Bolivia - Tentara Bolivia memusnahkan tanaman koka di Chapare saat pemerintah kembali menjalin kerja sama dengan DEA setelah 17 tahun.
Foto
Bolivia Musnahkan Tanaman Koka Ilegal, Kerja Sama dengan DEA Kembali Dibuka
Tentara Bolivia terlihat memusnahkan tanaman koka sebagai bagian dari program pemberantasan tanaman koka berlebih di wilayah Chimoré, Chapare, Bolivia, Kamis (5/3/2026). REUTERS/Claudia Morales
Operasi ini dilakukan oleh Kementerian Wakil Pertahanan Sosial Bolivia sebagai bagian dari upaya pengendalian produksi daun koka di negara tersebut. REUTERS/Claudia Morales
Program ini juga menandai dimulainya kembali kerja sama operasional antara pemerintah Bolivia dengan U.S. Drug Enforcement Administration (DEA) setelah terhenti selama 17 tahun. Pemerintah Bolivia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi regional yang lebih luas untuk memerangi kejahatan terorganisasi dan perdagangan narkotika. REUTERS/Claudia Morales
Daun koka sendiri memiliki peran tradisional dalam budaya masyarakat Andes, seperti untuk dikunyah atau digunakan dalam ritual adat. Namun tanaman tersebut juga merupakan bahan dasar utama dalam produksi kokain, sehingga pengendalian jumlah produksi menjadi perhatian pemerintah dan komunitas internasional. REUTERS/Claudia Morales
Pemerintah Bolivia menyatakan bahwa kebijakan pemusnahan tanaman koka berlebih bertujuan menyeimbangkan antara pelestarian tradisi lokal dan upaya mencegah penyalahgunaan tanaman tersebut dalam produksi narkotika ilegal. REUTERS/Claudia Morales
Kini pemerintah Bolivia menilai kerja sama internasional diperlukan untuk menghadapi jaringan perdagangan narkotika yang semakin kompleks dan lintas negara. Melalui koordinasi dengan berbagai lembaga penegak hukum regional, Bolivia berharap dapat memperkuat upaya pengawasan terhadap produksi koka serta menekan aktivitas kejahatan terorganisasi di kawasan tersebut. REUTERS/Claudia Morales
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































