Warga melintasi banjir di kawasan Marakash, Pondok Ungu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Genangan air menutup akses jalan permukiman dan menghambat mobilitas warga akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Kondisi ini menjadi sinyal meningkatnya ancaman banjir yang lebih besar, seiring curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek pada 23 hingga 24 Januari 2026.
Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diperkirakan masih akan turun, sehingga meningkatkan risiko banjir besar, terutama di kawasan dataran rendah, daerah aliran sungai, serta permukiman padat seperti Pondok Ungu dan sekitarnya.
Kondisi tanah yang sudah jenuh membuat air limpasan hujan lebih cepat mengalir ke sungai dan saluran air, berpotensi memicu luapan. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kenaikan debit air sungai dan kali utama yang melintasi Jabodetabek.
Warga yang tinggal di wilayah rawan banjir diharapkan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk mengamankan barang-barang penting dan memantau kondisi lingkungan sekitar. Ancaman banjir besar akibat cuaca ekstrem ini menuntut kesiapsiagaan semua pihak. Dengan memperhatikan peringatan dini dan perkembangan cuaca, diharapkan risiko dan dampak banjir dapat ditekan, sehingga keselamatan warga tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.