Jakarta - Sepekan ini, Jakarta bergulat dengan banjir dan pembongkaran tiang monorel, sementara dunia menyorot isu mencuatnya rencana AS mencaplok Greenland.
Foto
Bingkai Sepekan: Banjir di Jakarta hingga Ambisi AS Caplok Greenland
Pengendara mendorong sepeda motor mogok saat melintasi genangan banjir di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026). Ari Saputra/detikFoto
Tingginya air membuat mesin kendaraan mati dan membuat sejumlah orang terpaksa harus mendorong sepeda motor mereka.Β Ari Saputra/detikFoto
Anak-anak bermain air di tengah genangan banjir yang merendam kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara. Ari Saputra/detikFoto
Sejumlah truk terjebak kemacetan di Jalan Cakung-Cilincing, Jakarta, Senin (12/1/2025).Β Banjir yang menggenang di jalan Cakung-Cilincing berbuah kemacetan panjang. Rifkianto Nugroho/detikFoto
Macet panjang terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan arah Senen, Jakarta, Senin (12/1/2026). Arus lalu lintas tampak tersendat dengan antrean kendaraan mengular di sejumlah titik sejak pagi hari. Kemacetan tersebut dipicu banjir yang melanda beberapa ruas jalan di Jakarta, terutama di kawasan Sunter. Genangan air membuat kendaraan tidak dapat melintas normal sehingga arus lalu lintas melambat hingga berhenti total.Β Muhammad Reevanza/detikFoto
Petugas melakukan pembongkaran bekas tiang Monorel di kawasan Jalan HR Rasuna Said. Foto: Pradita Utama
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau proses pemotongan tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026). Pramono turut didampingi mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau Bang Yos dan Wakil Gubernur DKI Rano Karno. detikfoto/Pradita Utama
Penampakan tiang monorel yang mangkrak belasan tahun sebelum dibongkar. Pradita Utama/detikfoto
Penampakan satu buah tiang monorel yang mulai dibongkar. Dalam waktu dekat Pemprov DKI Jakarta akan meratakan semua bekas tiang Monorel. Foto: Muhammad Firman Maulana/detikfoto
Tampak udara memperlihatkan pemandangan umum Kota Nuuk, Greenland, Kamis (15/1/2026). Nuuk merupakan ibu kota sekaligus pusat pemerintahan, budaya, dan ekonomi Greenland. REUTERS/Marko Djurica
Seorang pria berdiri di sebuah jalan pada hari pertemuan pejabat tinggi Amerika Serikat dengan menteri luar negeri Denmark dan Greenland di Nuuk, Greenland, Rabu (14/1/2026). Presiden AS, Donald Trump, telah berulang kali menyatakan bahwa AS seharusnya mengambil alih Greenland, dengan alasan hal itu akan menguntungkan keamanan negaranya. REUTERS/Marko Djurica/File Photo
Sejumlah perempuan berjalan di sepanjang jalan pada hari pertemuan pejabat tinggi Amerika Serikat dengan menteri luar negeri Denmark dan Greenland di Nuuk, Greenland, Rabu (14/1/2026). Trump mengulangi seruannya agar Amerika Serikat mengambil alih Greenland setelah serangan militer AS ke Venezuela, di mana Presiden Venezuela NicolΓ‘s Maduro dan istrinya ditangkap dan dibawa ke New York. (REUTERS/Marko Djurica)
Kapal patroli lepas pantai militer Denmark P572 HDMS Lauge Koch berlayar di dekat pelabuhan lama Nuuk, Greenland, Kamis (15/1/2026). Keesokan harinya, Trump mengatakan kepada wartawan: "Kita membutuhkan Greenland dari segi keamanan nasional. Itu sangat strategis. Saat ini, Greenland dipenuhi dengan kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana."Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen menanggapi dengan mengatakan "cukup sudah", dan menggambarkan gagasan AS menguasai pulau tersebut sebagai "fantasi". REUTERS/Marko Djurica
Pesawat Angkatan Udara Kerajaan Denmark yang membawa personel berseragam militer mendarat di Bandara Nuuk, Greenland, Rabu (14/1/2026). (REUTERS/Janis Laizans)
Seorang pria memperlihatkan poster saat aksi demonstrasi bertajuk βGreenland is for Greenlandersβ di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kopenhagen, Denmark, Rabu (14/1/2026). (Ritzau Scan
Pemilik toko David Rogilds memegang kaus dagangannya di Nuuk, Greenland, Rabu (14/1/2026). REUTERS/Marko Djurica











































