Yerusalem - Ribuan pria Yahudi ultra-ortodoks menggelar protes di Yerusalem, menolak rencana pemerintah Israel mewajibkan dinas militer bagi komunitas mereka.
Foto
Yahudi Ultra-Ortodoks Demo Besar Tolak Wajib Militer di Yerusalem
Ribuan pria Yahudi ultra-ortodoks (Haredi) memadati jalanan Yerusalem dalam aksi menolak tekanan pemerintah Israel untuk mewajibkan dinas militer bagi komunitas mereka di Yerusalem pada Selasa (06/01/2026). REUTERS/Ilan Rosenberg
Β
Para demonstran membawa spanduk dan meneriakkan slogan penolakan wajib militer, menyusul rencana pemerintah membatasi pengecualian bagi pria Haredi yang selama ini fokus pada studi keagamaan. REUTERS/Ammar Awad
Aksi berlangsung pada malam hari di sejumlah titik Yerusalem, termasuk dekat kantor perekrutan militer dan jalan utama kota, menyebabkan penutupan ruas jalan dan kemacetan di pusat kota. REUTERS/Ilan Rosenberg
Komunitas Haredi menilai kewajiban militer bertentangan dengan cara hidup religius mereka, yang menempatkan studi Taurat sebagai kewajiban utama sepanjang hidup. REUTERS/Ammar Awad
Β
Demonstrasi digelar secara terorganisir oleh kelompok-kelompok ultra-ortodoks, dengan massa berkumpul di titik-titik strategis Yerusalem untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana wajib militer. REUTERS/Ammar Awad
Sejumlah warga terlihat menyaksikan aksi dari balkon dan jendela bangunan di kawasan permukiman, menunjukkan dampak langsung protes terhadap kehidupan kota. REUTERS/Ammar Awad
Isu wajib militer bagi komunitas ultra-ortodoks telah lama menjadi sumber perdebatan di Israel, terutama di tengah kebutuhan personel militer yang meningkat akibat konflik regional. REUTERS/Ammar Awad
Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian protes berkelanjutan komunitas Haredi terhadap kebijakan negara yang mereka anggap mengancam identitas dan otonomi religius. REUTERS/Ammar Awad Β











































