Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisal Nurrofiq memberikan keterangan saat Konferensi Pers Ekspose Proses Penanganan Banjir Sumatera di Plaza Kuningan, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Kementerian Lingkungan Hidup menyiapkan penanganan dampak banjir dan longsor di Sumatra berbasis pendekatan ilmiah dan data faktual.
Sebagai langkah awal, Kementerian Lingkungan Hidup bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyusun kajian cepat atau rapid assessment yang ditargetkan rampung pada Januari 2026. Kajian tersebut menjadi dasar penentuan lokasi rehabilitasi permukiman dan lahan pertanian agar lebih aman dari risiko bencana.
Penilaian dilakukan melalui analisis kesesuaian lingkungan dan perencanaan tata ruang dengan melibatkan para ahli.
Selain itu, audit persetujuan lingkungan, termasuk Amdal dan UKL-UPL, dilakukan terhadap lebih dari 100 unit usaha, terutama di sektor pertambangan dan industri berbasis alam.
Hasil audit akan menjadi dasar penindakan, mulai dari sanksi administrasi hingga pidana jika ditemukan unsur penyebab korban jiwa, dengan seluruh proses berbasis bukti ilmiah dan analisis data.