Pedagang air bersih menyiapkan jeriken yang akan diisi air dan didistribusikan ke permukiman Muara Angke, Jakarta. Mereka menjadi sumber utama air layak konsumsi bagi warga pesisir.
Pedagang air bersih mengisi jeriken yang akan didistribusikan ke permukiman Muara Angke. Air dijual Rp3.000 per jeriken, harga yang dinilai warga paling terjangkau.
Air bersih dituang satu per satu ke dalam jeriken untuk memenuhi kebutuhan harian warga di Muara Angke. Warga mengandalkan pasokan ini karena air sumur sudah tidak layak konsumsi.
Jeriken yang akan digunakan sudah dibersihkan terlebih dahulu sebelum diisi air bersih oleh penjual.
Jeriken-jeriken ditata dan diikat di atas gerobak sebelum dibawa berkeliling oleh pedagang air bersih di kawasan Muara Angke. Penataan diperlukan agar distribusi berjalan aman dan efisien.
Pedagang air bersih bersiap berangkat mengantar pasokan di kawasan Muara Angke. Distribusi dilakukan setiap pagi hingga sore hari.
Warga Muara Angke bergantung pada pedagang keliling akibat intrusi air laut yang membuat kualitas air sumur menurun drastis. Krisis ini berkepanjangan dan semakin membebani masyarakat pesisir.