NTB Terancam Kekeringan, BMKG Ingatkan Warga untuk Hemat Air

Warga memancing di embung Pengkemit yang debit airnya berkurang di Desa Pengengat, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Jumat (29/8/2025). Kondisi ini menjadi potret nyata ancaman kekeringan yang sedang menghantui sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) NTB telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kekeringan meteorologis atau kekeringan iklim. Wilayah yang berisiko tinggi antara lain Kabupaten Dompu, Bima, dan Sumbawa. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Selain kekeringan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi lainnya, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat pun diimbau untuk menggunakan air secara bijak, efektif, dan efisien demi mengantisipasi dampak musim kering yang lebih panjang. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Warga memancing di embung Pengkemit yang debit airnya berkurang di Desa Pengengat, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Jumat (29/8/2025). Kondisi ini menjadi potret nyata ancaman kekeringan yang sedang menghantui sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) NTB telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kekeringan meteorologis atau kekeringan iklim. Wilayah yang berisiko tinggi antara lain Kabupaten Dompu, Bima, dan Sumbawa. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Selain kekeringan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi lainnya, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat pun diimbau untuk menggunakan air secara bijak, efektif, dan efisien demi mengantisipasi dampak musim kering yang lebih panjang. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi