Bingkai Sepekan: Krisis Kelaparan Terburuk di Gaza

Jalur Gaza kini diliputi krisis kelaparan parah, dipicu oleh terus berlanjutnya serangan udara Israel dan blokade ketat yang menghambat masuknya bantuan pangan dan medis. REUTERS/Mahmoud Issa

Infrastruktur vital seperti listrik, fasilitas air bersih, rumah sakit, serta sanitasi telah hancur, sehingga warga kesulitan mengakses kebutuhan dasar seperti air minum. REUTERS/Mahmoud Issa 

Distribusi bantuan mengalami kendala berat: bantuan sering tertahan, banyak truk tidak sampai tujuan, bahkan beberapa dihentikan oleh warga hingga beberapa truk terguling dan menewaskan orang. REUTERS/Ebrahim Hajjaj

Ribuan warga berdesakan dan berebut makanan di dapur umum, seperti di “Gaza Soup Kitchen”, yang berjuang menyajikan makanan meski kekurangan bahan dan tak jarang menjadi sasaran serangan. REUTERS/Khamis Al-Rifi  

Bantuan udara (airdrop) dilakukan oleh Kanada, UEA, Jerman, Belgia, Mesir, dan Yordania. Namun, banyak paket jatuh ke laut, rusak, atau bahkan menimbulkan cedera akibat kondisi kacau. REUTERS/BELGIAN DEFENCE MINISTRY

Bayi dan balita jadi korban utama: WHO menyebut semua anak di bawah lima tahun berisiko malnutrisi berat. Juli 2025 mencatat lonjakan kasus malnutrisi akut—tertinggi sepanjang perang. Anadolu via Getty Images 

Warga juga menghadapi krisis air bersih serius. Dengan 90–95% populasi tanpa akses air layak, penyakit berbasis air menyebar cepat di tengah panas terik dan infrastruktur yang hancur. REUTERS/Mahmoud Issa

Organisasi kesehatan memperingatkan bahwa krisis ini dapat menyebabkan kerusakan fisik dan kognitif permanen, serta dampak panjang bagi generasi masa depan Gaza. REUTERS/Dawoud Abu Alkas

Di berbagai kota dunia, pendukung Palestina turun ke jalan menyerukan “Hentikan Kelaparan di Gaza!”, mendesak penghentian blokade dan pembukaan akses bantuan kemanusiaan. Aksi ini mencerminkan solidaritas global terhadap warga Gaza. REUTERS/ADAM GRAY

Dengan eskalasi konflik perang yang kian intens, langkah diplomatik dan bantuan internasional sangat krusial—tanpa jaminan bantuan yang aman dan kontinu, kondisi Gaza akan terus memburuk ke titik yang tak terbayangkan. REUTERS/Ebrahim Hajjaj

Jalur Gaza kini diliputi krisis kelaparan parah, dipicu oleh terus berlanjutnya serangan udara Israel dan blokade ketat yang menghambat masuknya bantuan pangan dan medis. REUTERS/Mahmoud Issa
Infrastruktur vital seperti listrik, fasilitas air bersih, rumah sakit, serta sanitasi telah hancur, sehingga warga kesulitan mengakses kebutuhan dasar seperti air minum. REUTERS/Mahmoud Issa 
Distribusi bantuan mengalami kendala berat: bantuan sering tertahan, banyak truk tidak sampai tujuan, bahkan beberapa dihentikan oleh warga hingga beberapa truk terguling dan menewaskan orang. REUTERS/Ebrahim Hajjaj
Ribuan warga berdesakan dan berebut makanan di dapur umum, seperti di “Gaza Soup Kitchen”, yang berjuang menyajikan makanan meski kekurangan bahan dan tak jarang menjadi sasaran serangan. REUTERS/Khamis Al-Rifi  
Bantuan udara (airdrop) dilakukan oleh Kanada, UEA, Jerman, Belgia, Mesir, dan Yordania. Namun, banyak paket jatuh ke laut, rusak, atau bahkan menimbulkan cedera akibat kondisi kacau. REUTERS/BELGIAN DEFENCE MINISTRY
Bayi dan balita jadi korban utama: WHO menyebut semua anak di bawah lima tahun berisiko malnutrisi berat. Juli 2025 mencatat lonjakan kasus malnutrisi akut—tertinggi sepanjang perang. Anadolu via Getty Images 
Warga juga menghadapi krisis air bersih serius. Dengan 90–95% populasi tanpa akses air layak, penyakit berbasis air menyebar cepat di tengah panas terik dan infrastruktur yang hancur. REUTERS/Mahmoud Issa
Organisasi kesehatan memperingatkan bahwa krisis ini dapat menyebabkan kerusakan fisik dan kognitif permanen, serta dampak panjang bagi generasi masa depan Gaza. REUTERS/Dawoud Abu Alkas
Di berbagai kota dunia, pendukung Palestina turun ke jalan menyerukan “Hentikan Kelaparan di Gaza!”, mendesak penghentian blokade dan pembukaan akses bantuan kemanusiaan. Aksi ini mencerminkan solidaritas global terhadap warga Gaza. REUTERS/ADAM GRAY
Dengan eskalasi konflik perang yang kian intens, langkah diplomatik dan bantuan internasional sangat krusial—tanpa jaminan bantuan yang aman dan kontinu, kondisi Gaza akan terus memburuk ke titik yang tak terbayangkan. REUTERS/Ebrahim Hajjaj