Sisa-sisa rudal terlihat di dekat stasiun kereta api, di tengah invasi Rusia ke Ukraina, di Kramatorsk, Ukraina, (8/4/2022). Serangan diketahui terjadi saat warga melakukan evakuasi dari wilayah Donbas.
Mobil dan puing-puing yang rusak terlihat setelah serangan rudal di stasiun kereta api, di tengah invasi Rusia ke Ukraina, di Kramatorsk. Data terakhir dari Gubernur Regional Donetsk, Pavlo Kyrylenko, mengatakan korban tewas akibat serangan itu menjadi 50 orang. Sebanyak 5 orang di antaranya adalah anak-anak.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melaporkan 300 orang terluka. Dia menambahkan bahwa serang itu menunjukkan kejahatan tiada batas.
Namun Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya membantah tuduhan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan terhadap stasiun di Ukraina tersebut. Rusia malah menyebut serangan itu sebagai 'provokasi' dari pihak Ukraina.
Tidak hanya itu, Kementerian Pertahanan Rusia juga balik menuding serangan mematikan itu sebenarnya dilancarkan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina sendiri, karena rudal taktis Tochka-U, yang serpihannya ditemukan di dekat stasiun kereta Kramatorsk, hanya digunakan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina.