Diculik Saat Kecil, Pria di China Bertemu Ibu Kandungnya Berkat Peta

Dalam foto yang didapatkan dari sebuah video ini terlihat Li Jingwei (kanan) yang menjadi korban penculikan 30 tahun lalu bertemu kembali dengan ibu kandungnya dan anggota keluarga lainnya di Lankao, Provinsi Henan, China, Sabtu (1/1/2022). The Paper via AP.
Diketahui, Li Jingwei diculik saat usianya 4 tahun pada 1989 silam. Ia pun dijual oleh jaringan perdagangan anak kepada sebuah keluarga yang tinggal jauh ribuan kilometer dari ibu kandungnya. Namun, kini ia berhasil bertemu kembali dengan ibu kandungnya melalui sebuah peta yang ia gambar. Li Jingwei via AP.
Peta yang digambar Li Jingwei secara manual tersebut merupakan gambar denah sebuah desa yang kemudian ia bagikan secara online melalui situs berbagi video, Douyin. Melansir BBC Indonesia, dalam peta itu, Ling Jingwei menggambar beberapa penanda seperti sekolah, hutan bambu, dan kolam kecil. Li Jingwei via AP.
Peta yang digambarnya pun sampai kepada pihak kepolisian China yang kemudian mencocokan peta tersebut dengan desa yang ada di area negara itu. Hingga kemudian ditemukan sebuah desa kecil dan informasi mengenai seorang wanita yang mengaku kehilangan putranya saat masih kecil. Li Jingwei via AP.
Keduanya pun kemudian menjalani tes DNA yang hasilnya menunjukkan bahwa Ling Jingwei dan wanita tersebut memiliki hubungan darah yakni anak dan ibu. Setelah terpisah selama 30 tahun, mereka pun kembali bertemu pada 1 Januari 2022 lalu. The Paper via AP.
Pertemuan itu berlangsung penuh haru dan menjadi sorotan publik. Keduanya tak henti-henti menangis karena akhirnya berhasil bertemu kembali usai 30 tahun terpisah. Usai pertemuan tersebut, Ling Jingwei berterima kasih kepada para pihak yang membantunya bertemu kembali dengan keluarganya. The Paper via AP.
Dalam foto yang didapatkan dari sebuah video ini terlihat Li Jingwei (kanan) yang menjadi korban penculikan 30 tahun lalu bertemu kembali dengan ibu kandungnya dan anggota keluarga lainnya di Lankao, Provinsi Henan, China, Sabtu (1/1/2022). The Paper via AP.
Diketahui, Li Jingwei diculik saat usianya 4 tahun pada 1989 silam. Ia pun dijual oleh jaringan perdagangan anak kepada sebuah keluarga yang tinggal jauh ribuan kilometer dari ibu kandungnya. Namun, kini ia berhasil bertemu kembali dengan ibu kandungnya melalui sebuah peta yang ia gambar. Li Jingwei via AP.
Peta yang digambar Li Jingwei secara manual tersebut merupakan gambar denah sebuah desa yang kemudian ia bagikan secara online melalui situs berbagi video, Douyin. Melansir BBC Indonesia, dalam peta itu, Ling Jingwei menggambar beberapa penanda seperti sekolah, hutan bambu, dan kolam kecil. Li Jingwei via AP.
Peta yang digambarnya pun sampai kepada pihak kepolisian China yang kemudian mencocokan peta tersebut dengan desa yang ada di area negara itu. Hingga kemudian ditemukan sebuah desa kecil dan informasi mengenai seorang wanita yang mengaku kehilangan putranya saat masih kecil. Li Jingwei via AP.
Keduanya pun kemudian menjalani tes DNA yang hasilnya menunjukkan bahwa Ling Jingwei dan wanita tersebut memiliki hubungan darah yakni anak dan ibu. Setelah terpisah selama 30 tahun, mereka pun kembali bertemu pada 1 Januari 2022 lalu. The Paper via AP.
Pertemuan itu berlangsung penuh haru dan menjadi sorotan publik. Keduanya tak henti-henti menangis karena akhirnya berhasil bertemu kembali usai 30 tahun terpisah. Usai pertemuan tersebut, Ling Jingwei berterima kasih kepada para pihak yang membantunya bertemu kembali dengan keluarganya. The Paper via AP.