Foto

Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara

Dok. Detikcom - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 16:31 WIB

Sumatera Selatan - Kerajaan Sriwijaya pernah menjadi yang terbesar di Nusantara. Sriwijaya menguasai maritim dan perdagangan di kawasan Asia Tenggara. Begini jejaknya di Indonesia

Ada wahana baru yang bertajuk 'The Legend of Sriwijaya Empire' di Bekasi. Kita bisa bermain sambil belajar untuk mengenal kekayaan sejarah jalur rempah Kerajaan Sriwijaya.

Kerajaan Sriwijaya sempat menjadi salah satu yang terbesar di Nusantara. Tepatnya berdiri pada sekitar abad ke-7 Masehi di tepian Sungai Musi, di daerah Palembang, Sumatera Selatan. Rachman Haryanto/detikcom

Dapunta Hyang Sri Jayanasa

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang diterbitkan dalam bentuk buku pengayaan berjudul Rumah Peradaban Sriwijaya di Muarajambi : Persinggahan Terakhir, Kerajaan Sriwijaya lahir pada abad ke-7 Masehi. Pendirinya disebut bernama Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Gunawan Kartapranata/Wikipedia

Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara

Keterangan ini tertulis pada salah satu prasasti yang ditemukan di Kota Kapur, Mendo Barat, Bangka. Prasasti yang disebut Prasasti Kota Kapur ini menyatakan institusi kekuasaan tersebut bernama Kadatuan Sriwijaya. Darwance Law/d'Traveler

Ada wahana baru yang bertajuk 'The Legend of Sriwijaya Empire' di Bekasi. Kita bisa bermain sambil belajar untuk mengenal kekayaan sejarah jalur rempah Kerajaan Sriwijaya.

Kadatuan Sriwijaya diduga kuat berpusat di tepian Sungai Musi, di daerah Palembang, Sumatera Selatan. Alasannya, enam dari 12 prasastinya, bahkan yang tertua, ditemukan di daerah Palembang, yaitu Prasasti Kedukan Bukit (682 Masehi), Talang Tuo (684 Masehi), serta prasasti Telaga Batu, Boom Baru, Kambang Unglen 1, dan Kambang Unglen 2. Rachman Haryanto/detikcom

Ada wahana baru yang bertajuk 'The Legend of Sriwijaya Empire' di Bekasi. Kita bisa bermain sambil belajar untuk mengenal kekayaan sejarah jalur rempah Kerajaan Sriwijaya.

Arkeolog Prancis George Coedes menyebut pada tahun 683-686 nama Sriwijaya muncul dalam tiga prasasti berbahasa Melayu Kuno. Prasasti Kedukan Bukit, Karang Brahi di daerah pedalaman Jambi, dan Kota Kapur. Rachman Haryanto/detikcom

Kerajaan Sriwijaya sempat menjadi salah satu yang terbesar di Nusantara. Tepatnya berdiri pada sekitar abad ke-7 Masehi di tepian Sungai Musi, di daerah Palembang, Sumatera Selatan.

Kerajaan Sriwijaya menguasai maritim dan perdagangan di kawasan Asia Tenggara. Nia Kurnia Sholihat Irfan dalam bukunya Kerajaan Sriwijaya : Pusat Pemerintahan dan Perkembangannya menyebut sumber-sumber China mencatat kapal Sriwijaya memiliki panjang sampai 60 meter dan mampu memuat penumpang sampai 1000 orang. Wikipedia Commons/Michael J. Lowe

Ada wahana baru yang bertajuk 'The Legend of Sriwijaya Empire' di Bekasi. Kita bisa bermain sambil belajar untuk mengenal kekayaan sejarah jalur rempah Kerajaan Sriwijaya.

Raja Balaputradewa dianggap sebagai raja yang membawa Sriwijaya ke puncak kegemilangannya pada abad ke-8 dan 9. Namun pada dasarnya, kerajaan ini mengalami masa kekuasaan yang gemilang sampai ke generasi Sri Marawijaya. Rachman Haryanto/detikcom

Jejak Kerajaan Sriwijaya di Candi Muara Jambi

Namun masa jaya Sriwijaya mulai meredup dimulai pada awal abad ke-11 Masehi. Penyebabnya karena adanya serangan dari Kerajaan Cola di India Selatan yang ingin mengambil alih kendali perdagangan di Selat Malaka. Ady Candra/d'Traveler

Pengunjung berada di samping situs Candi Blandongan di Kompleks Pencandian Batujaya, Desa Segaran, Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kemarin. Candi Blandongan merupakan percandian agama Budha Mahayana yang tertua di wilayah Kerajaan Hindu Tarumanagara, mendapat pengaruh dari Sriwijaya yang datang ke Karawang pada abad 7 Masehi. Grandyos Zafna/detikcom

Prasasti Rajaraja I yang memiliki tahun 1030/31 Masehi dari Tanjore menceritakan kisah tentang penaklukan Cola atas Sriwijaya dan kerajaan-kerajaan lain di sekitar Selat Malaka. Saat itu pemimpin Sriwijaya Sangramawijayottungawarman ditawan. Nama Kerajaan Sriwijaya perlahan tak terdengar lagi. Grandyos Zafna/detikcom

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya membuka Festival Sriwijaya ke-23 di Balairung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (3/6/2015). Festival itu digelar di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) Karang Anyar, Palembang pada 11-14 Juni 2015 mendatang. Menpar Arief Yahya dan Gubenur Sumsel Alex Nurdin membuka Festival Sriwijaya. Gusmun/detikcom.

Sementara itu sejarah Indonesia mencatat salah satu penyebab runtuhnya kerajaan Sriwijaya adalah berkurangnya kapal dagang yang singgah. Semakin sedikitnya kapal dagang yang singgah berakibat pada aktivitas jual-beli dan perdagangan samakin berkurang. Karenanya, pendapatan Kerajaan Sriwijaya dari pajak kapal juga makin menurun dan membuatnya bangkrut. Gusmun/detikcom

Penemuan harta karun peninggalan Sriwijaya menjadi sorotan lagi. Pecinta barang antik menyayangkan peneliti-pemerintah Indonesia seakan tidak peduli. (Dok. musinTreasure galery)

Jejak Kerajaan Sriwijaya masih ada hingga kini. Peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang terbaru ditemukan oleh nelayan Sungai Musi, Palembang, Sumatra. Dok. musinTreasure galery

Penemuan harta karun peninggalan Sriwijaya menjadi sorotan lagi. Pecinta barang antik menyayangkan peneliti-pemerintah Indonesia seakan tidak peduli. (Dok. musinTreasure galery)
Temuan para nelayan ini luar biasa, karena berisi harta karun. Raja Adil Siregar/detikcom
Peninggalan-peninggalan Kerajaan Sriwijaya (Raja Adil Siregar/detikcom)

Selain itu ada juga patung Buddha abad ke-8 berukuran besar bertatahkan permata berharga. Raja Adil Siregar/detikcom

Warga saat berburu harta karun sisa Kerajaan Sriwijaya

Dr Sean Kingsley, seorang arkeolog maritim Inggris, dikutip dari The Guardian, menggambarkan harta karun itu sebagai bukti definitif bahwa Sriwijaya adalah "dunia air" karena orang-orangnya tinggal di sungai seperti manusia perahu modern, seperti yang dicatat oleh teks-teks zaman kuno. Dok. Detikcom

Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara
Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara
Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara
Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara
Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara
Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara
Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara
Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara
Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara
Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara
Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara
Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara
Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara
Jejak Kerajaan Sriwijaya, Penguasa Maritim Asia Tenggara