Foto

Siasat Cegah Stunting Lewat Ojek Makanan Balita

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 08:48 WIB

Bandung - Sekumpulan perempuan di Kota Bandung bersatu dalam Ojek Makanan Balita (Omaba). Mereka memiliki sasaran khusus, yakni mencegah gizi buruk pada balita

Balita menerima makanan bergizi dari relawan Omaba di Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/09/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Panas terik dan debu tak mengurungkan langkah sekumpulan perempuan di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, untuk membagikan makanan bergizi. Mereka yang bersatu dalam Ojek Makanan Balita (Omaba) ini memiliki sasaran khusus, yakni balita gizi buruk.  

Balita menerima makanan bergizi dari relawan Omaba di Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/09/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Penggagas Omaba, Vita Fatimah, mengungkapkan, Omaba fokus pada pemberian makanan pokok yang bergizi, bukan pada pembagian susu formula dan biskuit. Saat pertama kali Omaba dibentuk pada 2012, kasus stunting di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, sedang berstatus kejadian luar biasa. Saat itu ada 29 kasus balita gizi buruk dan bahkan ada juga kasus kematian bayi.  

Balita menerima makanan bergizi dari relawan Omaba di Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/09/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Vita yang saat itu menjabat sebagai Ketua PKK Kelurahan Cisaranten Kidul, mengatakan, stunting sulit diatasi karena warga kurang mampu yang diberi susu formula untuk anaknya, ternyata banyak yang memilih untuk menjual kembali susu tersebut.  

Balita menerima makanan bergizi dari relawan Omaba di Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/09/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Setelah Omaba beroperasi, tim yang terdiri dari ibu-ibu PKK, Posyandu, dan Majlis Taklim mulai memasak sendiri makanan yang bergizi.   

Balita menerima makanan bergizi dari relawan Omaba di Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/09/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Makanan yang dimasak di dapur Omaba akan didistribusikan dengan motor ke rumah-rumah warga kurang mampu yang memiliki balita gizi buruk.  

Balita menerima makanan bergizi dari relawan Omaba di Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/09/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Program ini akan berlangsung selama 90 hari untuk setiap balita sasaran.   

Balita menerima makanan bergizi dari relawan Omaba di Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/09/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Pertumbuhan para balita itu akan dipantau secara berkala. Sumber dana operasional Omaba didapat dari pemerintah, sebesar Rp10 ribu untuk setiap balita. Meski pemerintah tak lagi memberikan kucuran dana selama dua tahun akibat pandemi, namun mereka berhasil mengumpulkan dana operasional secara swadaya.   

Balita menerima makanan bergizi dari relawan Omaba di Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/09/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Omaba telah berhasil meraih Penghargaan Swasti Saba Wiwerda dari Kementerian Kesehatan pada 2018 dan banyak penghargaan lainnya.   

Balita menerima makanan bergizi dari relawan Omaba di Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/09/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Omaba diharapkan bisa diaplikasikan ke seluruh Indonesia karena program ini dianggap tepat dikelola warga lokal yang tahu betul akan wilayah dan keadaan di lapangan.  

Balita menerima makanan bergizi dari relawan Omaba di Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/09/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Vita mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk memberikan instruksi yang tegas agar penanganan stunting bisa menjangkau semua masyarakat kelas bawah. Bagi Omaba, stunting membutuhkan aksi nyata, bukan hanya wacana semata.

Siasat Cegah Stunting Lewat Ojek Makanan Balita
Siasat Cegah Stunting Lewat Ojek Makanan Balita
Siasat Cegah Stunting Lewat Ojek Makanan Balita
Siasat Cegah Stunting Lewat Ojek Makanan Balita
Siasat Cegah Stunting Lewat Ojek Makanan Balita
Siasat Cegah Stunting Lewat Ojek Makanan Balita
Siasat Cegah Stunting Lewat Ojek Makanan Balita
Siasat Cegah Stunting Lewat Ojek Makanan Balita
Siasat Cegah Stunting Lewat Ojek Makanan Balita
Siasat Cegah Stunting Lewat Ojek Makanan Balita