Foto

Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta

Rengga Sancaya - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 07:03 WIB

Jakarta - Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah ada dan mangkal sejak puluhan tahun lalu.

Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari, di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah mangkal sejak puluhan tahun lalu. 

Salah satunya sosok Tamrin (51) berprofesi sebagai tukang ojeg sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Salah satunya pengayuhnya adalah Tamrin (51) yang memang memilih berprofesi sebagai tukang ojek sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari, di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah mangkal sejak puluhan tahun lalu. 

Salah satunya sosok Tamrin (51) berprofesi sebagai tukang ojeg sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Sebelumnya ia juga pernah berprofesi sebagai supir bajaj saat pertama kali merantau ke Jakarta. Keberadaan ojek online yang semakin menjamur juga telah membuat jumlah penumpang ojek sepeda di kawasan itu menurun drastis.

Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari, di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah mangkal sejak puluhan tahun lalu. 

Salah satunya sosok Tamrin (51) berprofesi sebagai tukang ojeg sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Namun akibat sakit paru-paru yang dideritanya saat membawa bajaj, ia pun beralih profesi sebagai penarik ojek sepeda tua di kawasan Kota Tua.

Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari, di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah mangkal sejak puluhan tahun lalu. 

Salah satunya sosok Tamrin (51) berprofesi sebagai tukang ojeg sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Dengan menarik sepeda, alhasil penyakitnya pun lambat laun sembuh dan kembali sehat. Profesi yang dipilih dan ditekuninya selama puluhan tahun itu membawa dampak yang baik bagi kesehatan dan dirinya.

Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari, di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah mangkal sejak puluhan tahun lalu. 

Salah satunya sosok Tamrin (51) berprofesi sebagai tukang ojeg sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Ia tetap setia dan bekerja keras dengan profesinya sebagai tukang ojek sepeda tua ontel, meski digempur dengan kemajuan teknologi yang menawarkan segala kecanggihan dan kemudahannya.  

Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari, di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah mangkal sejak puluhan tahun lalu. 

Salah satunya sosok Tamrin (51) berprofesi sebagai tukang ojeg sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Terlebih dengan kondisi pandemi sekarang yang hampir menggempur disetiap lini perekonomian dan semakin sulit. Ia masih harus terus berjibaku dan melawan pandemi Corona dengan ditambah lagi menjamurnya keberadaan ojek online (ojol).  

Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari, di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah mangkal sejak puluhan tahun lalu. 

Salah satunya sosok Tamrin (51) berprofesi sebagai tukang ojeg sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Keluarga pun akhirnya harus dipulangkan ke kampung halaman di Brebes, Jawa Tengah, akibat dampak pandemi Corona yang masih terus terjadi selama hampir 2 tahun ini.

Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari, di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah mangkal sejak puluhan tahun lalu. 

Salah satunya sosok Tamrin (51) berprofesi sebagai tukang ojeg sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Namun ia tetap mensyukuri kehidupannya yang pas-pasan untuk bisa bertahan hidup di Ibukota Jakarta.

Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari, di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah mangkal sejak puluhan tahun lalu. 

Salah satunya sosok Tamrin (51) berprofesi sebagai tukang ojeg sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Sebelum pandemi Corona, banyak sekali tukang ojek sepeda tua yang mangkal di kawasan Kota Tua, lantaran ojek masih dimanfaatkan banyak warga untuk alat transportasi berangkat dan pulang kerja di kawasan sekitar.

Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari, di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah mangkal sejak puluhan tahun lalu. 

Salah satunya sosok Tamrin (51) berprofesi sebagai tukang ojeg sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Namun kini hanya segelintir tukang ojek sepeda tua yang bertahan dengan profesinya, akibat terseok-seok dari imbas pendapatannya yang turun drastis dan tak menentu.

Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari, di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah mangkal sejak puluhan tahun lalu. 

Salah satunya sosok Tamrin (51) berprofesi sebagai tukang ojeg sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Apalagi mereka harus bersaing dengan pengemudi ojek online yang menggunakan sepeda motor ataupun moda transportasi lainnya seperti angkot. 

Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari, di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah mangkal sejak puluhan tahun lalu. 

Salah satunya sosok Tamrin (51) berprofesi sebagai tukang ojeg sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Nasib kehidupan perekonomian dialami tukang ojek sepeda di sekitaran Stasiun Jakarta Kota, yang semakin terhimpit dan sulit. Meskipun masih ada ojke sepeda di sekitar Kota Tua yang bertahan, tapi jumlahnya sudah menyusut dibandingkan pada zaman keemasannya dulu.

Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari, di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah mangkal sejak puluhan tahun lalu. 

Salah satunya sosok Tamrin (51) berprofesi sebagai tukang ojeg sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Dengan kondisi sulit, Pak Tamrin pun harus mengontrak rumah di pemukiman padat penduduk di bilangan Jembatan Besi, Jakarta Barat.

Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari, di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah mangkal sejak puluhan tahun lalu. 

Salah satunya sosok Tamrin (51) berprofesi sebagai tukang ojeg sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Beginilah kondisi ruangan kontrakan yang sangat kecil dan berada dikawasan padat yang hanya bersekatkan triplek-kayu. Miris dan sangat sederhana sekali jauh dari kata pas apalagi mewah.

Barisan sepeda kayuh tua terlihat sejak pagi hingga sore hari, di sisi depan stasiun Jakarta Kota. Mereka sudah mangkal sejak puluhan tahun lalu. 

Salah satunya sosok Tamrin (51) berprofesi sebagai tukang ojeg sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota selama 21 tahun.

Beribadah dan berdoa menjadi obat dalam mensyukuri kehidupan bagi Pak Tamrin dengan kondisi sekarang yang dijalaninya.

Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta
Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta
Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta
Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta
Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta
Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta
Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta
Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta
Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta
Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta
Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta
Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta
Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta
Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta
Lika-liku Ojek Sepeda Ontel di Sudut Jakarta