Foto

Jalan Panjang Transpuan Dapatkan Pengakuan

Pradita Utama - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 09:59 WIB

Jakarta - Inilah potret para transpuan yang berjuang mendapatkan pengakuan. Mereka adalah waria yang hidup penuh dengan stigma di masyarakat. Gimana perjuangannya?

Inilah potret para transpuan yang berjuang mendapatkan pengakuan. Mereka adalah waria yang hidup penuh dengan stigma di masyarakat. Seperti apa perjuangannya? Kita intip saja yuks...

Inilah komunitas Transpuan yang tergabung di bawah Yayasan Srikandi Sejati dan berusaha mendapatkan hak asasinya sebagai Warga Negara Indonesia.

Inilah potret para transpuan yang berjuang mendapatkan pengakuan. Mereka adalah waria yang hidup penuh dengan stigma di masyarakat. Seperti apa perjuangannya? Kita intip saja yuks...

Mereka yang semua tergabung di bawah Yayasan Srikandi Sejati yang diketuai oleh Lenny Sugiharto. Mereka tinggal di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Inilah potret para transpuan yang berjuang mendapatkan pengakuan. Mereka adalah waria yang hidup penuh dengan stigma di masyarakat. Seperti apa perjuangannya? Kita intip saja yuks...

Bersama Mama Dona, pengurus Yayasan Srikandi Sejati yang juga Ketua Transpuan wilayah Jakarta Utara ini memilih tinggal bersama di rumah atau kosan petakan sambil membuka usaha salon. Mereka nyaman dan aman tinggal di lingkungan yang juga memperlakukan kaum Transpuan tanpa pilih kasih. Meski diterpa pandemi, usaha salon kecil dirumahnya itu semata-mata juga untuk saling membantu perekonomian sesama komunitasnya. Meski terbilang sulit, mereka tetap kuat secara kekeluargaan menghadapi bersama. 

Inilah potret para transpuan yang berjuang mendapatkan pengakuan. Mereka adalah waria yang hidup penuh dengan stigma di masyarakat. Seperti apa perjuangannya? Kita intip saja yuks...

Cinta dan Lia (hanya nama panggilan, bukan nama sebenarnya) bercerita ketika awal masuk dunia waria ini. Selain karena panggilan dari hatinya yang suka dandan sejak kecil, mereka juga ada yang menjadi waria karena korban keluarga broken home dan masalah ekonomi. 

Inilah potret para transpuan yang berjuang mendapatkan pengakuan. Mereka adalah waria yang hidup penuh dengan stigma di masyarakat. Seperti apa perjuangannya? Kita intip saja yuks...

Tak hanya stigma negatif yang hampir setiap hari mereka rasakan dan jalani. Untuk itu, mereka tetap dan terus berusaha memperbaiki semuanya. Seperti berkegiatan sosial di lingkungannya. 

Inilah potret para transpuan yang berjuang mendapatkan pengakuan. Mereka adalah waria yang hidup penuh dengan stigma di masyarakat. Seperti apa perjuangannya? Kita intip saja yuks...

Bersama sang ketua, mereka aktif di yayasan untuk kegiatan sosial seperti membagikan bantuan sosial dan pemeriksaan kesehatan bagi komunitas Transpuan. Seluruh anggotanya diminta aktif menyuarakan hak  Transpuan di Jakarta Utara. 

Inilah potret para transpuan yang berjuang mendapatkan pengakuan. Mereka adalah waria yang hidup penuh dengan stigma di masyarakat. Seperti apa perjuangannya? Kita intip saja yuks...

Komunitas Transpuan ini selalu mengisi kesehariannya dengan mengamen mulai dari jam 15.00 WIB-21.00 WIB. Bahkan ada dari sebagian mereka yang mengamen hingga ke Bekasi demi mencari sesuap nasi. Pemasukan ekonomi di masa pandemi COVID-19 sangat mencekik, Apalagi seperti mereka yang bekerja sebagai pengamen jalanan. Mendapatkan Rp 50 ribu-Rp 60 ribu dalam sehari saja sudah sangat beruntung. 

Inilah potret para transpuan yang berjuang mendapatkan pengakuan. Mereka adalah waria yang hidup penuh dengan stigma di masyarakat. Seperti apa perjuangannya? Kita intip saja yuks...

Sebagian dari mereka adalah anak rantau di Ibu Kota. Tak sedikit yang memilih meninggalkan tempat asal karena dikucilkan dan diberi stigma negatif. Untuk itulah mereka memilih tempat yang paling tepat adalah Jakarta dengan kebebasan khas Ibu Kota. Sayangnya, mereka ini tak ada yang memiliki identitas diri resmi yakni KTP. Untuk itu mereka memperjuangkannya di Ibu Kota.  

Inilah potret para transpuan yang berjuang mendapatkan pengakuan. Mereka adalah waria yang hidup penuh dengan stigma di masyarakat. Seperti apa perjuangannya? Kita intip saja yuks...

Jalan panjang yang ditempuh itu pun membuahkan hasil. Kementerian Dalam Negeri mulai membantu membuatkan KTP elektronik untuk transgender. Perekaman e-KTP untuk Transpuan itu pun sudah mulai dilayani di Kantor Sudin Dukcapil Jakarta Utara. Tujuannya adalah agar mereka mendapatkan identitas resmi guna mempermudah mengakses pelayanan publik.   

Inilah potret para transpuan yang berjuang mendapatkan pengakuan. Mereka adalah waria yang hidup penuh dengan stigma di masyarakat. Seperti apa perjuangannya? Kita intip saja yuks...

Sebanyak 9 orang Transpuan melakukan perekaman KTP Elektronik di Sudin Dukcapil Jakarta Utara. Nantinya perekaman untuk waria ini akan dilakukan secara bertahap karena totalnya ada sekitar 250an Transpuan yang ada di Jakarta Utara dan belum melakukan perekaman e-KTP. 

Inilah potret para transpuan yang berjuang mendapatkan pengakuan. Mereka adalah waria yang hidup penuh dengan stigma di masyarakat. Seperti apa perjuangannya? Kita intip saja yuks...

Menurut Ketua Dewan Pengurus Perkumpulan Suara Kita, Hartoyo kini masih banyak transgender yang tidak memiliki dokumen kependudukan, seperti KTP-el, KK, dan akta kelahiran. Sehingga kondisi ini mempersulit mereka mengakses layanan publik lain, seperti bidang kesehatan untuk mengurus BPJS Kesehatan, mendapat bantuan sosial, dan lainnya. 

Inilah potret para transpuan yang berjuang mendapatkan pengakuan. Mereka adalah waria yang hidup penuh dengan stigma di masyarakat. Seperti apa perjuangannya? Kita intip saja yuks...

Bahkan menurut para Transpuan ini sejak pandemi COVID-19 mereka tak pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah karena tak memiliki identitas yang resmi seperti KTP. Sehingga para Transpuan ini hanya mengandalkan bantuan dari Yayasan Srikandi Sejati saja yang dimana memang peduli terhadap mereka.   

Inilah potret para transpuan yang berjuang mendapatkan pengakuan. Mereka adalah waria yang hidup penuh dengan stigma di masyarakat. Seperti apa perjuangannya? Kita intip saja yuks...

Menjalani kehidupan sebagai Transpuan memang tak mudah, karena terus berdampingan dengan stigma negatif di lingkungan masyarakat khususnya Indonesia. Sudah selayaknya kita tak melakukan penghakiman atau diskriminasi sosial sepihak terhadap Transpuan ini. Mereka juga manusia yang butuh hidup aman selayaknya manusia. Cukup Tuhan saja yang berhak menilai salah atau benar kehidupan para Transpuan ini.

Jalan Panjang Transpuan Dapatkan Pengakuan
Jalan Panjang Transpuan Dapatkan Pengakuan
Jalan Panjang Transpuan Dapatkan Pengakuan
Jalan Panjang Transpuan Dapatkan Pengakuan
Jalan Panjang Transpuan Dapatkan Pengakuan
Jalan Panjang Transpuan Dapatkan Pengakuan
Jalan Panjang Transpuan Dapatkan Pengakuan
Jalan Panjang Transpuan Dapatkan Pengakuan
Jalan Panjang Transpuan Dapatkan Pengakuan
Jalan Panjang Transpuan Dapatkan Pengakuan
Jalan Panjang Transpuan Dapatkan Pengakuan
Jalan Panjang Transpuan Dapatkan Pengakuan
Jalan Panjang Transpuan Dapatkan Pengakuan