Foto

Ternyata Bukan Jakarta, Pekalongan dan Semarang Akan Lebih Dulu Tenggelam

Dok - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 13:00 WIB

Jakarta - Dibanding Jakarta, ternyata kondisi penurunan tanah di pesisir Pekalongan, Semarang dan Demak lebih mengkhawatirkan. Setiap tahun penurunannya sekitar 15-20 cm.

DEMAK, INDONESIA – 2 FEBRUARI: Warga menggunakan perahu buatan untuk beraktivitas karena banjir luapan air laut menggenangi di Dusun Nyangkringan, Desa Sriwulan, Sayung, Demak, Jawa Tengah pada 2 Februari 2018. Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, tingginya gelombang abrasi pantai yang dipicu semakin berkurangnya kawasan mangrove telah menerjang pesisir Semarang dan mengikis daratan hingga 1,4 kilometer selama kurun waktu 20 tahun terakhir. Perubahan iklim juga menyebabkan permukaan air laut naik setinggi 4mm per tahun karena es di kutub mencair menyebabkan lautan memanas dan meluas.

 ( Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency )

Warga menggunakan perahu buatan untuk beraktivitas karena banjir luapan air laut menggenangi di Dusun Nyangkringan, Desa Sriwulan, Sayung, Demak, Jawa Tengah pada 2 Februari 2018. Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, tingginya gelombang abrasi pantai yang dipicu semakin berkurangnya kawasan mangrove telah menerjang pesisir Semarang dan mengikis daratan hingga 1,4 kilometer selama kurun waktu 20 tahun terakhir. Anadolu Agency/Eko Siswono Toyudho

SEMARANG, INDONESIA – 2 FEBRUARY: Seorang warga berdoa di depan makam yang dipenuhi sampah akibat banjir luapan air laut di kawasan Desa Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah pada 2 Februari 2018. Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, tingginya gelombang abrasi pantai yang dipicu semakin berkurangnya kawasan mangrove telah menerjang pesisir Semarang dan mengikis daratan hingga 1,4 kilometer selama kurun waktu 20 tahun terakhir. Perubahan iklim juga menyebabkan permukaan air laut naik setinggi 4mm per tahun karena es di kutub mencair dan lautan memanas dan meluas.
 ( Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency )

Menurut Ketua Lembaga Riset Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Heri Andreas, laju penurunan tanah di Kota Pekalongan, Semarang dan wilayah Pesisir Demak lebih besar dari ibu kota. Antara Foto/Aji Styawan. Anadolu Agency/Eko Siswono Toyudho

Dibanding Jakarta, ternyata kondisi penurunan tanah di kawasan pesisir Pekalongan, Semarang, dan Demak lebih mengkhawatirkan. Setiap tahun penurunannya sekitar 15-20 cm.

Ketua Lembaga Riset Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Heri Andreas mengatakan, justru wilayah yang berada di Pekalongan, Semarang dan Pesisir Demak yang mengalami laju penurunan tanah yang mengkhawatirkan. Antara Foto/Aji Stiawan.

Dibanding Jakarta, ternyata kondisi penurunan tanah di kawasan pesisir Pekalongan, Semarang, dan Demak lebih mengkhawatirkan. Setiap tahun penurunannya sekitar 15-20 cm.

Lembaga Riset IA-ITB pun, dikatakan Heri Andreas, kini lebih memprioritaskan risetnya pada daerah-daerah tersebut. Angling Adhitya Purbaya/detikcom.

Dibanding Jakarta, ternyata kondisi penurunan tanah di kawasan pesisir Pekalongan, Semarang, dan Demak lebih mengkhawatirkan. Setiap tahun penurunannya sekitar 15-20 cm.

Ketua Lembaga Riset Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Heri Andreas menjelaskan di Indonesia saat ini terdapat 112 Kabupaten/Kota yang mempunyai risiko untuk tenggelam. Potensinya sudah jelas dari data-data pengukuran. Angling Adhitya Purbaya/detikcom.

Dibanding Jakarta, ternyata kondisi penurunan tanah di kawasan pesisir Pekalongan, Semarang, dan Demak lebih mengkhawatirkan. Setiap tahun penurunannya sekitar 15-20 cm.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyinggung soal potensi tenggelamnya Jakarta. Ketua Lembaga Riset Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Heri Andreas mengamini ucapan Biden tersebut, namun dari hasil kajian ilmiah ditemukan fakta bahwa laju penurunan tanah di Jakarta makin melambat. Rifkianto Nugroho/detikcom.

Dibanding Jakarta, ternyata kondisi penurunan tanah di kawasan pesisir Pekalongan, Semarang, dan Demak lebih mengkhawatirkan. Setiap tahun penurunannya sekitar 15-20 cm.

Menurut Heri Andreas, yang juga menjabat sebagai Ketua Lab Geodesi ITB, pembangunan tanggul dan penataan pesisir bisa menjadi salah satu upaya untuk mencegah Jakarta tenggelam. Agung Pambudhy/detikcom.

Dibanding Jakarta, ternyata kondisi penurunan tanah di kawasan pesisir Pekalongan, Semarang, dan Demak lebih mengkhawatirkan. Setiap tahun penurunannya sekitar 15-20 cm.

Penurunan permukaan tanah di Jakarta sudah berlangsung sejak 1970-an. Heri Andreas terlibat penelitian soal kondisi ini sejak masih mahasiswa ITB pada 1997. Grandyos Zafna/detikcom.

Petugas kebersihan menembus banjir saat akan membersihkan ruang tunggu utama di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2021). Banjir akibat curah hujan tinggi pada Selasa (23/2) kemarin merendam stasiun tersebut hingga Rabu (24/2) pukul 14:45 WIB dengan ketinggian mencapai 35 cm pada ruang tunggu utama. Sementara itu PT KAI DAOP 4 Semarang telah mengalihkan penumpang yang akan naik maupun turun di Stasiun Poncol Semarang. ANTARA FOTO/Aji Styawan/foc.

Petugas kebersihan menembus banjir saat akan membersihkan ruang tunggu utama di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2021). Banjir akibat curah hujan tinggi pada Selasa (23/2) kemarin merendam stasiun tersebut hingga Rabu (24/2) pukul 14:45 WIB dengan ketinggian mencapai 35 cm pada ruang tunggu utama. Sementara itu PT KAI DAOP 4 Semarang telah mengalihkan penumpang yang akan naik maupun turun di Stasiun Poncol Semarang. ANTARA FOTO/AJI STYAWAN

Banjir di Kota Semarang, Rabu (24/2/2021).

Banjir di Kota Semarang, Rabu (24/2/2021). Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Banjir di Simpang Lima Semarang, Selasa (23/2/2021).

Banjir di Simpang Lima Semarang, Selasa (23/2/2021). Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Jalur Pantura Kudus-Semarang, yang terendam banjir selama sepekan terakhir ini berangsur surut. Pengendara diminta waspada kondisi jalan yang berlubang.

Jalur Pantura Kudus-Semarang, yang terendam banjir selama sepekan terakhir ini berangsur surut. Pengendara diminta waspada kondisi jalan yang berlubang.
Dian Utoro Aji/detikcom

Sejumlah kendaraan menerobos jalan yang tergenang banjir di jalan jalur Pantura Desa Jati Wetan, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (9/2/2021). Banjir dengan ketinggian hingga 50 cm sejak Sabtu (6/2) lalu itu menyebabkan kemacetan dari arah Kudus menuju Semarang. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/hp.

Sejumlah kendaraan menerobos jalan yang tergenang banjir di jalan jalur Pantura Desa Jati Wetan, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (9/2/2021). Banjir dengan ketinggian hingga 50 cm sejak Sabtu (6/2) lalu itu menyebabkan kemacetan dari arah Kudus menuju Semarang. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

Sejumlah warga mendorong mobil mogok akibat menembus jalur Pantura Jalan Raya Kaligawe - Genuk yang terendam banjir di Genuk, Semarang, Jawa Tengah, Senin (8/2/2021). Banjir akibat intensitas hujan tinggi merendam jalur tersebut sejak Sabtu (6/2) dengan ketinggian bervariasi sekitar 30 cm - 1,2 meter sehingga menyebabkan lalu lintas dari Kota Semarang menuju Kabupaten Demak maupun sebaliknya terganggu. ANTARA FOTO/Aji Styawan/foc.

Sejumlah warga mendorong mobil mogok akibat menembus jalur Pantura Jalan Raya Kaligawe - Genuk yang terendam banjir di Genuk, Semarang, Jawa Tengah, Senin (8/2/2021). Banjir akibat intensitas hujan tinggi merendam jalur tersebut sejak Sabtu (6/2) dengan ketinggian bervariasi sekitar 30 cm - 1,2 meter sehingga menyebabkan lalu lintas dari Kota Semarang menuju Kabupaten Demak maupun sebaliknya terganggu. ANTARA . ANTARA FOTO/AJI STYAWAN

Ternyata Bukan Jakarta, Pekalongan dan Semarang Akan Lebih Dulu Tenggelam
Ternyata Bukan Jakarta, Pekalongan dan Semarang Akan Lebih Dulu Tenggelam
Ternyata Bukan Jakarta, Pekalongan dan Semarang Akan Lebih Dulu Tenggelam
Ternyata Bukan Jakarta, Pekalongan dan Semarang Akan Lebih Dulu Tenggelam
Ternyata Bukan Jakarta, Pekalongan dan Semarang Akan Lebih Dulu Tenggelam
Ternyata Bukan Jakarta, Pekalongan dan Semarang Akan Lebih Dulu Tenggelam
Ternyata Bukan Jakarta, Pekalongan dan Semarang Akan Lebih Dulu Tenggelam
Ternyata Bukan Jakarta, Pekalongan dan Semarang Akan Lebih Dulu Tenggelam
Ternyata Bukan Jakarta, Pekalongan dan Semarang Akan Lebih Dulu Tenggelam
Ternyata Bukan Jakarta, Pekalongan dan Semarang Akan Lebih Dulu Tenggelam
Ternyata Bukan Jakarta, Pekalongan dan Semarang Akan Lebih Dulu Tenggelam
Ternyata Bukan Jakarta, Pekalongan dan Semarang Akan Lebih Dulu Tenggelam
Ternyata Bukan Jakarta, Pekalongan dan Semarang Akan Lebih Dulu Tenggelam
Ternyata Bukan Jakarta, Pekalongan dan Semarang Akan Lebih Dulu Tenggelam