Pejuang Rupiah yang Bertahan di Tengah Hantaman COVID-19

Memang tidak bisa  dipungkiri semenjak COVID-19 menyerang Indonesia sejak April 2020, banyak sektor yang terdampak seperti ekonomi, sosial dan budaya.
Salah satunya adalah banyak sekali warga yang menjadi korban PHK dari pandemi ini sehingga membuat banyak warga harus memutar otak untuk dapat bertahan hidup.
Salah satunya ibu Utari (36) yang bekerja sebagai pengamen yang selalu ditemenani oleh kedua anaknya. Perlu diketahui ibu ini merupakan salah satu korban PHK dari salah satu pabrik di Cakung dan ditinggal suaminya saat awal pandemi. Dan akhirnya beliau pun terpaksa menjadi pengamen untuk menyambung hidup.
Lalu ada kisah seorang manusia silver bernama Ical (25). Dia menjadi manusia silver sejak Mei 2020 karena menjadi korban PHK di salah satu toko sepatu karena terdampak pandemi.
Salah satu driver ojek  yang juga menjadi seorang ibu dari 3 orang anak ini bernama Yosi (52). Dia menjadi tukang ojek sejak enam tahun yang lalu. Dan dia berpendapat sejak pandemi menghantam, pendapatan beliau menurun drastis dari Rp.3 juta per bulan menjadi Rp. 1 juta per bulan.
Salah satu driver ojek online pun mengakui bahwa mereka hanya mendapatkan maksimal 3 penumpang saja saat PPKM Darurat ini. Tetapi mereka mengatakan bahwa mereka ikhlas  dan tetap semangat menghadapi situasi ini.
Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono mengatakan, hampir 500.000 pekerja di Jakarta terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak ekonomi pandemi COVID-19. Jumlah pekerja yang di-PHK di Ibu Kota paling besar dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya di Indonesia.
Lalu menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah menyatakan sebanyak 39.664 perusahaan dengan 323.224 tenaga kerja terdampak pandemi virus Corona atau COVID-19.
Perlu diketahui menurut Data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat, sepanjang Maret 2020 hingga April 2021 sebanyak 1.250-1.300 toko ritel di Indonesia terpaksa tutup yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 dan menurunnya daya beli masyarakat.
Dan Aprindo menambahkan, angka indikator di tahun 2020, dalam sembilan bulan pandemi sekitar 1.200 toko atau rata-rata 4-5 toko ritel tercatat tutup per harinya. Sementara periode Januari sampai Maret 2021 tercatat sekitar 90 toko ritel atau 1-2 toko tutup per hari.
Terlebih referensi yang dikeluarkan WHO, mutasi varian virus corona lebih cepat menular dari sebelumnya. Pemerintah pun tidak bisa bekerja sendirian, harus bersama semua lapisan masyarakat untuk patuh protokol kesehatan.
Perlu diketahui saat kawasan Jawa - Bali diterapkan PPKM Darurat,  pemerintah memberlakukan penyekatan jalan atau bisa disebut pegendalian mobilitas bagi warga.
Untuk wilayah Jakarta, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo. mengatakan penyekatan jalan dilakukan secara serentak di 63 titik yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jadetabek. Hanya pekerja sektor esensial dan kritikal dan masyarakat atas keperluan mendesak yang dikecualikan dapat melintas.
Bahkan beberapa pasukan TNI Polri pun disiagakan untuk melakukan penyekatan ini. Seperti pasukan Brimob bersenjata dan alutista Anoa milik TNI.
Selain itu bagi pekerja yang ingin melintas di zona penyekatan jalan wajib menyertakan Surat Tugas Atau Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).
Saat ini sudah satu tahun lebih COVID-19 menghantam Indonesia dan kasus harian pun selalu meningkat setiap harinnya dengan  jumlah total kasus nasional sebanyak 2 juta kasus.
Bahkan vaksin yang digadangkan sebagai obat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) belum begitu terlihat hasilnya karena harus menunggu herd imunity 70 persen warga Indonesia.
Bagaimana menurut Anda?
Memang tidak bisa  dipungkiri semenjak COVID-19 menyerang Indonesia sejak April 2020, banyak sektor yang terdampak seperti ekonomi, sosial dan budaya.
Salah satunya adalah banyak sekali warga yang menjadi korban PHK dari pandemi ini sehingga membuat banyak warga harus memutar otak untuk dapat bertahan hidup.
Salah satunya ibu Utari (36) yang bekerja sebagai pengamen yang selalu ditemenani oleh kedua anaknya. Perlu diketahui ibu ini merupakan salah satu korban PHK dari salah satu pabrik di Cakung dan ditinggal suaminya saat awal pandemi. Dan akhirnya beliau pun terpaksa menjadi pengamen untuk menyambung hidup.
Lalu ada kisah seorang manusia silver bernama Ical (25). Dia menjadi manusia silver sejak Mei 2020 karena menjadi korban PHK di salah satu toko sepatu karena terdampak pandemi.
Salah satu driver ojek  yang juga menjadi seorang ibu dari 3 orang anak ini bernama Yosi (52). Dia menjadi tukang ojek sejak enam tahun yang lalu. Dan dia berpendapat sejak pandemi menghantam, pendapatan beliau menurun drastis dari Rp.3 juta per bulan menjadi Rp. 1 juta per bulan.
Salah satu driver ojek online pun mengakui bahwa mereka hanya mendapatkan maksimal 3 penumpang saja saat PPKM Darurat ini. Tetapi mereka mengatakan bahwa mereka ikhlas  dan tetap semangat menghadapi situasi ini.
Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono mengatakan, hampir 500.000 pekerja di Jakarta terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak ekonomi pandemi COVID-19. Jumlah pekerja yang di-PHK di Ibu Kota paling besar dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya di Indonesia.
Lalu menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah menyatakan sebanyak 39.664 perusahaan dengan 323.224 tenaga kerja terdampak pandemi virus Corona atau COVID-19.
Perlu diketahui menurut Data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat, sepanjang Maret 2020 hingga April 2021 sebanyak 1.250-1.300 toko ritel di Indonesia terpaksa tutup yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 dan menurunnya daya beli masyarakat.
Dan Aprindo menambahkan, angka indikator di tahun 2020, dalam sembilan bulan pandemi sekitar 1.200 toko atau rata-rata 4-5 toko ritel tercatat tutup per harinya. Sementara periode Januari sampai Maret 2021 tercatat sekitar 90 toko ritel atau 1-2 toko tutup per hari.
Terlebih referensi yang dikeluarkan WHO, mutasi varian virus corona lebih cepat menular dari sebelumnya. Pemerintah pun tidak bisa bekerja sendirian, harus bersama semua lapisan masyarakat untuk patuh protokol kesehatan.
Perlu diketahui saat kawasan Jawa - Bali diterapkan PPKM Darurat,  pemerintah memberlakukan penyekatan jalan atau bisa disebut pegendalian mobilitas bagi warga.
Untuk wilayah Jakarta, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo. mengatakan penyekatan jalan dilakukan secara serentak di 63 titik yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jadetabek. Hanya pekerja sektor esensial dan kritikal dan masyarakat atas keperluan mendesak yang dikecualikan dapat melintas.
Bahkan beberapa pasukan TNI Polri pun disiagakan untuk melakukan penyekatan ini. Seperti pasukan Brimob bersenjata dan alutista Anoa milik TNI.
Selain itu bagi pekerja yang ingin melintas di zona penyekatan jalan wajib menyertakan Surat Tugas Atau Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).
Saat ini sudah satu tahun lebih COVID-19 menghantam Indonesia dan kasus harian pun selalu meningkat setiap harinnya dengan  jumlah total kasus nasional sebanyak 2 juta kasus.
Bahkan vaksin yang digadangkan sebagai obat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) belum begitu terlihat hasilnya karena harus menunggu herd imunity 70 persen warga Indonesia.
Bagaimana menurut Anda?