Tak nampak kemeriahan dan suasana ramai seperti biasanya. Hanya sekitar 50 umat Hindu dari Cimahi dan sekitarnya yang mengikuti prosesi persembahyangan.
Padahal biasanya, ratusan orang selalu memadati pura tertua di Jawa Barat itu. Pandemi COVID-19 lah penyebabnya. Ditambah ada imbauan dari pemerintah untuk tak terlalu berkerumun, termasuk saat beribadat.
Setelah Tawur Agung Kesanga dilaksanakan, umat Hindu sendiri diharuskan melaksanakan empat kewajiban yang tak boleh ditinggalkan selama Nyepi, yaitu Amati Geni (tidak boleh menyalakan api), Amati Lelanguan (tidak boleh bersenang-senang), Amati Lelungan (tidak boleh bepergian), dan Amati Karya (tidak boleh bekerja).
Dalam situasi pandemi COVID-19 ini umat turut memanjatkan doa khusus yakni agar pandemi segera berakhir dan kehidupan yang normal bisa segera kembali dijalani.
Demi menjaga keamanan dan kenyamanan umat saat beribadat, pengurus pura terlebih dahulu melakukan sterilisasi lingkungan pura.