Foto

Myanmar Masih Panas, Demonstran Antikudeta Kembali Turun ke Jalan

AP Photo - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 15:35 WIB

Myanmar - Aksi tolak kudeta militer masih berlangsung di Myanmar. Para demonstran antikudeta pun kembali turun ke jalan menyusul seruan serikat pekerja untuk mogok massal

Aksi tolak kudeta militer masih berlangsung di Myanmar. Para demonstran antikudeta pun kembali turun ke jalan menyusul seruan serikat pekerja untuk mogok massal

Demonstran antikudeta kembali melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Mandalay, Myanmar, Senin (8/3/2021).

Aksi tolak kudeta militer masih berlangsung di Myanmar. Para demonstran antikudeta pun kembali turun ke jalan menyusul seruan serikat pekerja untuk mogok massal

Diketahui, para demonstran antikudeta kembali turun ke jalan-jalan di Myanmar pada hari Senin (8/3), menyusul seruan serikat pekerja untuk mogok massal agar ekonomi terhenti.

Aksi tolak kudeta militer masih berlangsung di Myanmar. Para demonstran antikudeta pun kembali turun ke jalan menyusul seruan serikat pekerja untuk mogok massal

Dilansir dari AFP, Senin (8/3/2021), Myanmar terus menghadapi kekacauan setelah kudeta militer pada 1 Februari lalu. Gerakan pembangkangan sipil kian merebak dan mengundang seluruh pihak, dari pekerja hingga pelajar untuk turun menyuarakan tuntutan mereka.

Aksi tolak kudeta militer masih berlangsung di Myanmar. Para demonstran antikudeta pun kembali turun ke jalan menyusul seruan serikat pekerja untuk mogok massal

Para polisi dan militer menanggapi demonstrasi dengan melakukan tindakan keras yang kian brutal, dengan lebih dari 50 orang tewas dan hampir 1.800 orang ditangkap.

Aksi tolak kudeta militer masih berlangsung di Myanmar. Para demonstran antikudeta pun kembali turun ke jalan menyusul seruan serikat pekerja untuk mogok massal

Terlepas dari risiko penahanan hingga pembunuhan, para demonstran tetap memadati beberapa bagian ibu kota komersial Yangon, kota terbesar kedua Mandalay dan kota-kota lain di seluruh negeri.

Aksi tolak kudeta militer masih berlangsung di Myanmar. Para demonstran antikudeta pun kembali turun ke jalan menyusul seruan serikat pekerja untuk mogok massal

 Demonstrasi yang terjadi pada Senin (8/3) dilakukan menyusul seruan oleh serikat pekerja untuk mogok massal agar ekonomi terhenti. Serikat pekerja berusaha memperluas dampak dari "Gerakan Pembangkangan Sipil" yang sedang berlangsung. Gerakan yang mendesak pegawai negeri untuk mogok kerja di bawah kekuasaan militer, kini menimbulkan ancaman bagi perekonomian negara. Dampaknya sudah terasa di setiap tingkat infrastruktur nasional, dengan tutupnya rumah sakit, kantor kementerian yang kosong, dan bank-bank tidak dapat beroperasi.

Aksi tolak kudeta militer masih berlangsung di Myanmar. Para demonstran antikudeta pun kembali turun ke jalan menyusul seruan serikat pekerja untuk mogok massal

Di tengah perlawanan terhadap junta militer Myanmar yang terus dilakukan oleh para demonstran antikudeta, terselip siasat unik dari para demonstran dalam upaya mengusir pasukan keamanan yang hendak mengamankan demonstrasi.

Aksi tolak kudeta militer masih berlangsung di Myanmar. Para demonstran antikudeta pun kembali turun ke jalan menyusul seruan serikat pekerja untuk mogok massal

Diketahui warga Myanmar memasang deretan pakaian dalam wanita layaknya jemuran di sepanjang jalan untuk mengusir pasukan keamanan. Dilansir dari The Star, Minggu (7/3/2021), meski aksi itu sebenarnya dianggap hanya mitos, namun tampaknya aksi warga berhasil menghentikan langkah pasukan keamanan saat mereka bergerak memadamkan pemberontakan melawan junta militer Myanmar.

Aksi tolak kudeta militer masih berlangsung di Myanmar. Para demonstran antikudeta pun kembali turun ke jalan menyusul seruan serikat pekerja untuk mogok massal

Beberapa waktu ke belakang, pasukan keamanan menggunakan gas air mata, granat kejut, peluru karet, dan terkadang bahkan peluru tajam untuk menghentikan gerakan pembangkang sipil (CDM) yang muncul. Untuk menghalau tekanan tersebut, para warga Myanmar menggunakan tradisi lama yakni dengan menggantung pakaian dalam wanita dan rok panjang -atau longyis- di tali jemuran di seberang jalan. Bagian bawah wanita dan pakaian yang menutupinya konon dapat menguras tenaga laki-laki yang dikenal sebagai "hpone".

Aksi tolak kudeta militer masih berlangsung di Myanmar. Para demonstran antikudeta pun kembali turun ke jalan menyusul seruan serikat pekerja untuk mogok massal

Sejumlah tentara tidak mau menyentuh longyi wanita karena takut hal itu dapat merusak energi mereka di garis depan. Takhayul itu kini digunakan para wanita Myanmar sebagai strategi pertahanan. Jemuran pakaian wanita itu pun kini menjadi senjata rahasia para demonstran dalam melawan junta militer Myanmar.

Myanmar Masih Panas, Demonstran Antikudeta Kembali Turun ke Jalan
Myanmar Masih Panas, Demonstran Antikudeta Kembali Turun ke Jalan
Myanmar Masih Panas, Demonstran Antikudeta Kembali Turun ke Jalan
Myanmar Masih Panas, Demonstran Antikudeta Kembali Turun ke Jalan
Myanmar Masih Panas, Demonstran Antikudeta Kembali Turun ke Jalan
Myanmar Masih Panas, Demonstran Antikudeta Kembali Turun ke Jalan
Myanmar Masih Panas, Demonstran Antikudeta Kembali Turun ke Jalan
Myanmar Masih Panas, Demonstran Antikudeta Kembali Turun ke Jalan
Myanmar Masih Panas, Demonstran Antikudeta Kembali Turun ke Jalan
Myanmar Masih Panas, Demonstran Antikudeta Kembali Turun ke Jalan