Foto

Melestarikan Batik di Kawasan Makam Raja

Rifkianto Nugroho - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 17:30 WIB

Bantul - Batik gaya Mataraman/Yogyakarta tidak berkembang di lingkungan keraton saja. Namun juga berkembang di wilayah sekitar kompleks makam raja Mataram di Imogiri.

Batik tulis terutama batik gaya Mataraman/Yogyakarta berkembang tidak hanya di lingkungan atau dalam tembok keraton saja. Namun batik tulis dengan berbagai motif-motif tradisional/klasik itu justru banyak berkembang di luar tembok keraton.

Batik tulis terutama batik gaya Mataraman/Yogyakarta berkembang tidak hanya di lingkungan atau dalam tembok keraton saja. Namun batik tulis dengan berbagai motif-motif tradisional/klasik itu justru banyak berkembang di luar tembok keraton. Salah satunya wilayah di sekitar kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri. Tepatnya di wilayah Pajimatan/Girirejo dan Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri.  

Batik tulis terutama batik gaya Mataraman/Yogyakarta berkembang tidak hanya di lingkungan atau dalam tembok keraton saja. Namun batik tulis dengan berbagai motif-motif tradisional/klasik itu justru banyak berkembang di luar tembok keraton.

Masyarakat pun mengenal sebagai batik tulis Imogiri. Kawasan itu terletak sekitar 10an kilometer arah selatan Kota Yogyakarta.  

Batik tulis terutama batik gaya Mataraman/Yogyakarta berkembang tidak hanya di lingkungan atau dalam tembok keraton saja. Namun batik tulis dengan berbagai motif-motif tradisional/klasik itu justru banyak berkembang di luar tembok keraton.

Sentra batik tulis halus salah satunya berada di Dusun Giriloyo Desa Wukirsari dan sekitarnya. Ada banyak tempat dan ratusan wanita yang bekerja menjadi pengrajin batik tulis. Mereka membatik di rumah maupun di showroom-showroom di sepanjang jalan Dusun Giriloyo.   

Batik tulis terutama batik gaya Mataraman/Yogyakarta berkembang tidak hanya di lingkungan atau dalam tembok keraton saja. Namun batik tulis dengan berbagai motif-motif tradisional/klasik itu justru banyak berkembang di luar tembok keraton.

Berkembangnya kawasan Imogiri menjadi sentra batik tulis tradisional terjadi sejak tahun 1970-an. Hal itu disebabkan adanya interaksi antara keluarga keraton dengan para abdi dalem yang bekerja mengurusi kompleks makam Imogiri atau lebih dikenal dengan nama Pajimatan.  

Batik tulis terutama batik gaya Mataraman/Yogyakarta berkembang tidak hanya di lingkungan atau dalam tembok keraton saja. Namun batik tulis dengan berbagai motif-motif tradisional/klasik itu justru banyak berkembang di luar tembok keraton.

Keterampilan dan kepandaian warga dalam membatik dengan motif batik halus itu terus berkembang di wilayah ini.   

Batik tulis terutama batik gaya Mataraman/Yogyakarta berkembang tidak hanya di lingkungan atau dalam tembok keraton saja. Namun batik tulis dengan berbagai motif-motif tradisional/klasik itu justru banyak berkembang di luar tembok keraton.

Keterampilan para wanita dalam membatik sebagian besar diperoleh turun-temurun kepada anak atau cucu perempuan. Tidak ada pendidikan khusus bagi mereka.  

Batik tulis terutama batik gaya Mataraman/Yogyakarta berkembang tidak hanya di lingkungan atau dalam tembok keraton saja. Namun batik tulis dengan berbagai motif-motif tradisional/klasik itu justru banyak berkembang di luar tembok keraton.

Mereka hanya belajar dari pengalaman yang mereka lihat dan kerjaan setiap hari. Para pengrajin batik tulis ini dalam proses pengerjaan masih secara tradisional atau manual mulai dari membuat pola batik, membatik menggunakan malam hingga proses pencelupan/pewarnaan.   

Batik tulis terutama batik gaya Mataraman/Yogyakarta berkembang tidak hanya di lingkungan atau dalam tembok keraton saja. Namun batik tulis dengan berbagai motif-motif tradisional/klasik itu justru banyak berkembang di luar tembok keraton.

Untuk proses pewarnaan saat ini ada yang menggunakan bahan sintetis dan bahan-bahan alami dari serat kayu dan daun-daunan. Tidak mengherankan kalau harga satu lembar batik tulis itu lebih mahal dibandingkan batik cap ataupun batik printing.    

Batik tulis terutama batik gaya Mataraman/Yogyakarta berkembang tidak hanya di lingkungan atau dalam tembok keraton saja. Namun batik tulis dengan berbagai motif-motif tradisional/klasik itu justru banyak berkembang di luar tembok keraton.

Saat ini para pengrajin tidak hanya mengerjakan batik-batik tulis motif tradisional/klasik seperti Parang Rusak Barong, Truntum, Parang Klithik, Lereng Sobrah, Sidomukti, Sidoasih, Lerengan, Kawung, Semenan, Udan Liris dan lain-lain.  

Batik tulis terutama batik gaya Mataraman/Yogyakarta berkembang tidak hanya di lingkungan atau dalam tembok keraton saja. Namun batik tulis dengan berbagai motif-motif tradisional/klasik itu justru banyak berkembang di luar tembok keraton.

Mereka juga mengerjakan beberapa motif batik tulis modern atau yang berkembang saat ini. Bahkan mereka juga bisa melayani pengerjaan batik dengan motif-motif pesanan dari konsumen.    

Batik tulis terutama batik gaya Mataraman/Yogyakarta berkembang tidak hanya di lingkungan atau dalam tembok keraton saja. Namun batik tulis dengan berbagai motif-motif tradisional/klasik itu justru banyak berkembang di luar tembok keraton. Salah satunya wilayah di sekitar kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri. Tepatnya di wilayah Pajimatan/Girirejo dan Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri.

Berdasarkan sejarah, dipekirakan batik tulis Giriloyo Wukirsari Imogiri Bantul mulai dirintis sejak 400 tahun silam.   

Batik tulis terutama batik gaya Mataraman/Yogyakarta berkembang tidak hanya di lingkungan atau dalam tembok keraton saja. Namun batik tulis dengan berbagai motif-motif tradisional/klasik itu justru banyak berkembang di luar tembok keraton. Salah satunya wilayah di sekitar kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri. Tepatnya di wilayah Pajimatan/Girirejo dan Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri.

Hitungan tersebut mengacu pada berdirinya Makam Raja Keraton Yogyakarta di Pajimatan Imogiri.  

Batik tulis terutama batik gaya Mataraman/Yogyakarta berkembang tidak hanya di lingkungan atau dalam tembok keraton saja. Namun batik tulis dengan berbagai motif-motif tradisional/klasik itu justru banyak berkembang di luar tembok keraton. Salah satunya wilayah di sekitar kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri. Tepatnya di wilayah Pajimatan/Girirejo dan Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri.

Pada masa itu kerajinan batik tulis awalnya dipesan dari kalangan keluarga Keraton Yogyakarta. Waktu itu, para abdi dalem yang mayoritas orang Giriloyo kemudian minta istrinya untuk mencanting atau membuat batik agar bisa memenuhi permintaan keluarga keraton.  

Batik tulis terutama batik gaya Mataraman/Yogyakarta berkembang tidak hanya di lingkungan atau dalam tembok keraton saja. Namun batik tulis dengan berbagai motif-motif tradisional/klasik itu justru banyak berkembang di luar tembok keraton. Salah satunya wilayah di sekitar kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri. Tepatnya di wilayah Pajimatan/Girirejo dan Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri.

detikcom bersama BRI mengadakan program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia yang mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri  

Melestarikan Batik di Kawasan Makam Raja
Melestarikan Batik di Kawasan Makam Raja
Melestarikan Batik di Kawasan Makam Raja
Melestarikan Batik di Kawasan Makam Raja
Melestarikan Batik di Kawasan Makam Raja
Melestarikan Batik di Kawasan Makam Raja
Melestarikan Batik di Kawasan Makam Raja
Melestarikan Batik di Kawasan Makam Raja
Melestarikan Batik di Kawasan Makam Raja
Melestarikan Batik di Kawasan Makam Raja
Melestarikan Batik di Kawasan Makam Raja
Melestarikan Batik di Kawasan Makam Raja
Melestarikan Batik di Kawasan Makam Raja
Melestarikan Batik di Kawasan Makam Raja