Masyarakat Tiong Hoa tengah melepas liarkan burung dikawasan petak 9, Jakarta, Kamis (11/2/2021).
Pelepasliaran burung ini dilakukan sebagai salah satu bentuk ritual ibadah dalam perayaan Imlek.
Burung-burung itu dilepas dari sebuah boks putih dan menjadi salah satu ritual dalam ibadah saat perayaan Imlek. Saat melepaskannya, warga berdoa agar kebaikan selalu menyertai mereka sepanjang tahun.
Sejumlah orang yang tengah melakukan ritual ibadah melepaskan burung sebagai makna melepas keburukan dalam hidup.
Melepaskan burung bagi warga Tionghoa saat Imlek bermakna melepas keburukan dalam hidup. Selain tentu saja memberi kehidupan bagi sesama makhluk hidup.
Selain untuk pribadi, melepaskan burung saat Imlek bisa juga untuk mewakili keluarga besar. Tak ada jenis burung yang dikhususkan untuk dilepaskan.
Umumnya, burung-burung itu adalah jenis burung peking, sementara sisanya ada burung tekukur dan merpati. Burung itu mereka dapat dari penjual di depan Vihara. Dalam sekali pelepasan, jumlahnya antara 50-108 ekor burung dengan kisaran harga antara Rp1.200-1.500 per ekor untuk burung peking.