Foto

Mengenal Sekolah Kampung Adat Batara di Banyuwangi

ANTARA FOTO/Budi Candra Setya - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 16:04 WIB

Banyuwangi - Ada yang beda dan tak didapat anak-anak di Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi saat belajar di Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara). Mulai mengenal alam-belajar teater

Anak-anak Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) berpose di Lingkungan Papring, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.

Tidak ada guru tetap, tidak ada kelas, bahkan seragam khusus dalam sistem belajar untuk anak-anak Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) di tempat pendidikan alternatif lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.   

Anak-anak Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) menampilkan permainan tradisional pada acara Himpunan Masyarakat Adat Sedunia (Himas) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Kurikulum ditentukan secara musyawarah oleh anak-anak sendiri, seperti jelajah rimba mengenal berbagai jenis capung dan tumbuhan.  

Anak-anak Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) berpose di Lingkungan Papring, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.

Widi Nurmahmudi, mengawali terbentuknya Kampoeng Batara pada tahun 2015 karena melihat banyaknya angka pernikahan dengan mempelai yang masih terbilang sangat muda usianya yang harusnya masih usia sekolah di kampungnya. Hal ini terjadi karena berbagai faktor seperti masalah ekonomi dan rendahnya pemahaman tentang pentingnya pendidikan.   

Anak-anak Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) berpose di Lingkungan Papring, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.

Dari sekitar 350 kepala keluarga di lingkungannya, hanya ada tiga orang yang bergelar sarjana sementara lainnya mayoritas lulusan sekolah dasar.  

Anak-anak Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) menampilkan permainan tradisional pada acara Himpunan Masyarakat Adat Sedunia (Himas) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Berawal dari keadaan itu, Widi memiliki ide sederhana yakni membuat kegiatan dengan mengajak lima anak di sekitar rumahnya untuk membuat permainan tradisional seperti egrang, seltok (tembakan bambu) dan musik tradisional dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar mereka.  

Anak-anak Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) berpose di Lingkungan Papring, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.

Kegiatan itu ternyata menarik minat anak-anak di lingkungan sekitar dan terus bertambah yang hingga November 2020 mencapai sekitar 37 anak, yang mengikuti sistem belajar yang tidak didapat pada sekolah formal.  

Anak-anak Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) berpose di Lingkungan Papring, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.

Widi rajin mengabadikan setiap kegiatan anak-anak dan mengunggahnya di media sosial yang kemudian menggugah relawan dari berbagai latar belakang seperti artis, seniman, aktivis bahkan pejabat daerah hingga pusat untuk datang dan mengajar.  

Anak-anak Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) menampilkan permainan tradisional pada acara Himpunan Masyarakat Adat Sedunia (Himas) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Para relawan mengajarkan pengetahuan sesuai bidang keahliannya seperti membaca, menulis, menggambar, menari, bahasa daerah dan bermain teater.  

Anak-anak Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) berpose di Lingkungan Papring, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.

Kegiatan itu membuka cakrawala dan pengetahuan anak-anak termasuk terkait cita-cita mereka.   

Anak-anak Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) berpose di Lingkungan Papring, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.

Misalnya, Pendi, salah satu anak di kampoeng Batara, mempunyai cita-cita menjadi seorang seniman setelah melihat penampilan maestro tari Indonesia Didik Nini Thowok ketika berkunjung ke Batara.  

Anak-anak Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) berpose di Lingkungan Papring, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.

Sistem belajar yang dikemas secara menyenangkan dan beragam serta diperkaya dengan kolaborasi dari para relawan dinilai bisa mendorong terbangunnya pondasi karakter anak seperti meningkatkan rasa percaya diri, memiliki jiwa kepemimpinan serta mendorong semangat belajar.   

Anak-anak Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) berpose di Lingkungan Papring, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.

Saat ini tidak hanya anak-anak yang memiliki semangat belajar, orang tuanya pun juga memiliki semangat yang sama yakni dengan mengikuti pendidikan kejar paket di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan setempat.  

Anak-anak Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) berpose di Lingkungan Papring, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.

Pada tahun 2017, Kampoeng Batara diakui oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menjadi pendidikan kampung adat di Banyuwangi bersama 50 tempat pendidikan adat di Indonesia.  

Mengenal Sekolah Kampung Adat Batara di Banyuwangi
Mengenal Sekolah Kampung Adat Batara di Banyuwangi
Mengenal Sekolah Kampung Adat Batara di Banyuwangi
Mengenal Sekolah Kampung Adat Batara di Banyuwangi
Mengenal Sekolah Kampung Adat Batara di Banyuwangi
Mengenal Sekolah Kampung Adat Batara di Banyuwangi
Mengenal Sekolah Kampung Adat Batara di Banyuwangi
Mengenal Sekolah Kampung Adat Batara di Banyuwangi
Mengenal Sekolah Kampung Adat Batara di Banyuwangi
Mengenal Sekolah Kampung Adat Batara di Banyuwangi
Mengenal Sekolah Kampung Adat Batara di Banyuwangi
Mengenal Sekolah Kampung Adat Batara di Banyuwangi
Mengenal Sekolah Kampung Adat Batara di Banyuwangi