Foto

Potret Srikandi Penerbang di Satuan TNI AD

ANTARA FOTO/Aji Styawan - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 16:41 WIB

Semarang - Letnan Dua (Letda) Cpn (K) Ayu, mampu membuktikan bahwa profesi sebagai penerbang di satuan TNI AD tidak hanya identik dilakukan oleh kaum pria.

Letda Cpn (K) Ayu (kanan) berlatih menembak bersama prajurit pria Skadron-11/Serbu Puspenerbad di Lapangan Tembak Pusdikpenerbad Puspenerbad, Semarang, Jawa Tengah. Selain piawai menerbangkan helikopter, sebagai prajurit, Ayu juga mahir menggunakan berbagai jenis senjata api dalam standar operasi militer TNI AD.

Perwira penerbang II Siud I Flite A Heli Serbu Skadron-11/Serbu Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), Letnan Dua (Letda) Cpn (K) Ayu, merupakan anak kedua dari pasangan Rudi Hartono dan Linda, warga Sungai Tempayan Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Perempuan kelahiran 15 Juni 1995, Pontianak, Kalimantan Barat, itu mampu membuktikan bahwa profesi sebagai penerbang di satuan TNI AD tidak hanya identik dilakukan oleh kaum pria.  

Letda Cpn (K) Ayu (kanan) berlatih menembak bersama prajurit pria Skadron-11/Serbu Puspenerbad di Lapangan Tembak Pusdikpenerbad Puspenerbad, Semarang, Jawa Tengah. Selain piawai menerbangkan helikopter, sebagai prajurit, Ayu juga mahir menggunakan berbagai jenis senjata api dalam standar operasi militer TNI AD.

Untuk dapat menerbangkan helikopter jenis Bell-412 dan bergabung di Skadron-11/Serbu Puspenerbad di Semarang, Jawa Tengah, Ayu yang lulus dari pendidikan Akademi Militer tahun 2018 harus menempuh pendidikan perwira penerbang dasar dan pendidikan perwira penerbang II Bell-412 di Pusat Pendidikan (Pusdik) Penerbad tahun 2019.   

Letda Cpn (K) Ayu (kanan) berlatih menembak bersama prajurit pria Skadron-11/Serbu Puspenerbad di Lapangan Tembak Pusdikpenerbad Puspenerbad, Semarang, Jawa Tengah. Selain piawai menerbangkan helikopter, sebagai prajurit, Ayu juga mahir menggunakan berbagai jenis senjata api dalam standar operasi militer TNI AD.

Ayu merupakan satu dari 19 perwira yang mengikuti jenjang tahapan pendidikan tersebut dan lulus dengan predikat terbaik.  

Letda Cpn (K) Ayu (kanan) berlatih menembak bersama prajurit pria Skadron-11/Serbu Puspenerbad di Lapangan Tembak Pusdikpenerbad Puspenerbad, Semarang, Jawa Tengah. Selain piawai menerbangkan helikopter, sebagai prajurit, Ayu juga mahir menggunakan berbagai jenis senjata api dalam standar operasi militer TNI AD.

Terhitung hingga 5 November 2020 Ayu telah mengantongi 160 jam terbang yang ia peroleh melalui latihan dan penugasan penerbangan dalam mendukung berbagai operasi militer TNI AD di wilayah Indonesia, diantaranya tugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) di Kalimantan Barat hingga ke Papua.  

Letda Cpn (K) Ayu (kanan) berlatih menembak bersama prajurit pria Skadron-11/Serbu Puspenerbad di Lapangan Tembak Pusdikpenerbad Puspenerbad, Semarang, Jawa Tengah. Selain piawai menerbangkan helikopter, sebagai prajurit, Ayu juga mahir menggunakan berbagai jenis senjata api dalam standar operasi militer TNI AD.

Ayu mengatakan dalam setiap tugas penerbangan masalah utama bagi para penerbang adalah kondisi cuaca yang terkadang sulit diprediksi.  

Letda Cpn (K) Ayu (kanan) berlatih menembak bersama prajurit pria Skadron-11/Serbu Puspenerbad di Lapangan Tembak Pusdikpenerbad Puspenerbad, Semarang, Jawa Tengah. Selain piawai menerbangkan helikopter, sebagai prajurit, Ayu juga mahir menggunakan berbagai jenis senjata api dalam standar operasi militer TNI AD.

Pengalaman menegangkan yang pernah ia alami saat bertugas BKO di wilayah Papua dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Papua pada Juni 2020 lalu. Saat itu cuaca tidak dapat diprediksi, sebelum terbang cuaca terlihat cerah, namun sepuluh menit usai mengudara tiba-tiba berubah menjadi buruk, penerbangan tertutup awan gelap. Dalam keadaan apapun saat mengudara, ia bersama kru tetap tenang, dengan selalu mengikuti protokol standar keselamatan yang menjadi standar operasi mereka sebagai penerbang di Puspenerbad.  

Letda Cpn (K) Ayu (kanan) berlatih menembak bersama prajurit pria Skadron-11/Serbu Puspenerbad di Lapangan Tembak Pusdikpenerbad Puspenerbad, Semarang, Jawa Tengah. Selain piawai menerbangkan helikopter, sebagai prajurit, Ayu juga mahir menggunakan berbagai jenis senjata api dalam standar operasi militer TNI AD.

Menurut Komandan Skadron-11/Serbu Letkol Cpn Andy Pranoto, sosok Letda Cpn (K) Ayu merupakan seorang prajurit wanita yang selalu melaksanakan tugasnya dengan baik.   

Letda Cpn (K) Ayu (kanan) berlatih menembak bersama prajurit pria Skadron-11/Serbu Puspenerbad di Lapangan Tembak Pusdikpenerbad Puspenerbad, Semarang, Jawa Tengah. Selain piawai menerbangkan helikopter, sebagai prajurit, Ayu juga mahir menggunakan berbagai jenis senjata api dalam standar operasi militer TNI AD.

Andy mengatakan bahwa ia selalu memberikan motivasi dan arahan kepada setiap prajurit di Skadron-11/Serbu Puspenerbad untuk melaksanakan tugas dengan profesional dan proporsional, berpedoman pada setiap aturan yang berlaku. Termasuk kepada Ayu sebagai penerbang wanita yang sama dan setara dengan prajurit pria lainnya dalam menjalankan tugasnya.  

Letda Cpn (K) Ayu (kanan) berlatih menembak bersama prajurit pria Skadron-11/Serbu Puspenerbad di Lapangan Tembak Pusdikpenerbad Puspenerbad, Semarang, Jawa Tengah. Selain piawai menerbangkan helikopter, sebagai prajurit, Ayu juga mahir menggunakan berbagai jenis senjata api dalam standar operasi militer TNI AD.

Mengacu pada Undang-Undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, hak dan kewajiban setiap prajurit pada umumnya sama, namun menurut PP nomor 39 tahun 2010 tentang Administrasi Prajurit TNI Bab I pasal 4 disebutkan bahwa wanita yang menjadi prajurit dalam menjalani dinas keprajuritan disesuaikan dengan kodrat, harkat, dan martabat kewanitaannya.  

Letda Cpn (K) Ayu (kanan) berlatih menembak bersama prajurit pria Skadron-11/Serbu Puspenerbad di Lapangan Tembak Pusdikpenerbad Puspenerbad, Semarang, Jawa Tengah. Selain piawai menerbangkan helikopter, sebagai prajurit, Ayu juga mahir menggunakan berbagai jenis senjata api dalam standar operasi militer TNI AD.

Hal inilah yang kemudian memunculkan adanya sedikit tambahan hak bagi prajurit wanita di mana pada akhir masa kehamilannya akan memperoleh cuti selama tiga bulan (masa melahirkan dan awal menyusui).  

Sebuah foto keluarga dan pakaian dinas terbang khusus (Flight Suit) Skadron-11/Serbu Puspenerbad milik Letda Cpn (K) Ayu tergantung di sudut kamar Mess Perwira Kowad, Kompleks Perumahan Puspenerbad, Semarang, Jawa Tengah.

Saat ini tercatat ada enam prajurit wanita penerbang aktif yang bertugas di bawah komando Puspenerbad. Letda Cpn (K) Ayu merupakan penerbang wanita termuda dari keenamnya.   

Sebuah foto keluarga dan pakaian dinas terbang khusus (Flight Suit) Skadron-11/Serbu Puspenerbad milik Letda Cpn (K) Ayu tergantung di sudut kamar Mess Perwira Kowad, Kompleks Perumahan Puspenerbad, Semarang, Jawa Tengah.

Prajurit wanita TNI AD yang tergabung dalam Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dibentuk pada 21 Desember 1960, diilhami oleh semangat dan perjuangan para pahlawan wanita Indonesia yang ikut serta menegakkan kemerdekaan Indonesia serta usaha para pendahulu untuk meraih kemajuan bagi kaum wanita.  

Potret Srikandi Penerbang di Satuan TNI AD
Potret Srikandi Penerbang di Satuan TNI AD
Potret Srikandi Penerbang di Satuan TNI AD
Potret Srikandi Penerbang di Satuan TNI AD
Potret Srikandi Penerbang di Satuan TNI AD
Potret Srikandi Penerbang di Satuan TNI AD
Potret Srikandi Penerbang di Satuan TNI AD
Potret Srikandi Penerbang di Satuan TNI AD
Potret Srikandi Penerbang di Satuan TNI AD
Potret Srikandi Penerbang di Satuan TNI AD
Potret Srikandi Penerbang di Satuan TNI AD
Potret Srikandi Penerbang di Satuan TNI AD