Foto

Melawan COVID-19 di Lapas Perempuan Pekanbaru

FB Anggoro/AntaraFoto. - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 12:22 WIB

Pekanbaru - Sebanyak 44 warga binaan dan tiga petugas di Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, Riau, terpapar COVID-19. Kini lapas tersebut jadi tempat isolasi mandiri.

Sebuah pakaian hazmat milik sipir di jemur di taman Lapas Perempuan Pekanbaru.
Warga binaan beraktivitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, Riau.
Sebuah pakaian hazmat milik sipir di jemur di taman Lapas Perempuan Pekanbaru.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, Riau, kini ibarat rumah sakit dadakan yang merawat pasien COVID-19.
Sebuah pakaian hazmat milik sipir di jemur di taman Lapas Perempuan Pekanbaru.
Fasilitas itu menjadi salah satu klaster penularan terbesar di Provinsi Riau dan untuk pertama kalinya di Indonesia isolasi mandiri bertempat di Lapas.
Sebuah pakaian hazmat milik sipir di jemur di taman Lapas Perempuan Pekanbaru.
Berawal dari satu petugas yang terkonfirmasi COVID-19 pada September 2020, Virus Corona jenis baru itu menyebar dengan cepat di Lapas Perempuan Pekanbaru.
Sebuah pakaian hazmat milik sipir di jemur di taman Lapas Perempuan Pekanbaru.
Hingga 5 Oktober 2020, ada 44 warga binaan dan tiga petugas yang terpapar.
Sebuah pakaian hazmat milik sipir di jemur di taman Lapas Perempuan Pekanbaru.
Setiap petugas Lapas kini wajib mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap ketika bertugas, mulai dari baju hazmat, masker hingga perisai muka dari plastik.
Sebuah pakaian hazmat milik sipir di jemur di taman Lapas Perempuan Pekanbaru.
Hal itu untuk mencegah mereka tertular virus mematikan tersebut.
Sebuah pakaian hazmat milik sipir di jemur di taman Lapas Perempuan Pekanbaru.
Sementara itu, berdasarkan data Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, hingga awal Oktober sudah ada 124 penghuni Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia. Salah satu lokasinya di Lapas Perempuan Pekanbaru dan jumlahnya diyakini akan bertambah karena baru sebagian dari 319 warga binaan di tempat itu yang sudah menjalani uji usap atau swab test.
Sebuah pakaian hazmat milik sipir di jemur di taman Lapas Perempuan Pekanbaru.
Sebagai langkah antisipasi untuk menekan penyebaran virus, pihak Lapas Perempuan memisahkan napi yang sakit ke enam ruangan terpisah yang kini khusus jadi tempat isolasi mandiri. Di sel berukuran 4 x 5 meter itu setiap napi wajib mengenakan masker dan dipantau kondisi kesehatannya.
Sebuah pakaian hazmat milik sipir di jemur di taman Lapas Perempuan Pekanbaru.
Jumlah tenaga kesehatan di Lapas itu sangat terbatas, belum lagi persediaan APD dan obat yang menipis. Petugas terpaksa harus mengenakan hazmat berulang-ulang, dengan cara dijemur setelah selesai dikenakan.
Seorang warga binaan yang terkonfirmasi positif COVID-19 menjalani pemeriksaan kesehatan di Lapas Perempuan Pekanbaru.
Meski begitu, pihak Lapas Pekanbaru terus berupaya keras merawat napi yang terkonfirmasi COVID-19 dengan segala keterbatasan.
Seorang warga binaan yang terkonfirmasi positif COVID-19 menjalani pemeriksaan kesehatan di Lapas Perempuan Pekanbaru.
Meski berstatus orang dihukum, narapidana di Lapas tetap memiliki hak untuk mendapat pertolongan dan pengobatan.
Melawan COVID-19 di Lapas Perempuan Pekanbaru
Melawan COVID-19 di Lapas Perempuan Pekanbaru
Melawan COVID-19 di Lapas Perempuan Pekanbaru
Melawan COVID-19 di Lapas Perempuan Pekanbaru
Melawan COVID-19 di Lapas Perempuan Pekanbaru
Melawan COVID-19 di Lapas Perempuan Pekanbaru
Melawan COVID-19 di Lapas Perempuan Pekanbaru
Melawan COVID-19 di Lapas Perempuan Pekanbaru
Melawan COVID-19 di Lapas Perempuan Pekanbaru
Melawan COVID-19 di Lapas Perempuan Pekanbaru
Melawan COVID-19 di Lapas Perempuan Pekanbaru
Melawan COVID-19 di Lapas Perempuan Pekanbaru