Foto

Transmigran Gunung Kerinci Menanti Janji Pemerintah

Wahdi Septiawan/AntaraFoto - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 10:37 WIB

Jambi - Jalan panjang ditempuh para transmigran sejak pindah ke Kerinci, Jambi, 10 tahun lalu. Hingga kini lahan bersertifikat yang dijanjikan pemerintah belum ditepati

Paini (42, kanan) dan anaknya Putra (14, kiri) berpose di depan rumahnya di kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Siulak, Kerinci, Jambi.
Katimun (55) tak pernah menyangka harapan untuk hidup lebih baik yang ia pupuk rapi dalam memori sepuluh tahun lebih lalu bisa mengambang tanpa kepastian hingga saat ini. Harapan yang dia bawa dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menuju Kabupaten Kerinci, Jambi pada tahun 2009 silam melalui program transmigrasi masih jauh panggang dari api.
Paini (42, kanan) dan anaknya Putra (14, kiri) berpose di depan rumahnya di kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Siulak, Kerinci, Jambi.
Janji pemerintah memberikan bantuan lahan bersertifikat untuk pekarangan seluas sekitar 0,25 hektare, lahan usaha I seluas satu hektare, dan lahan usaha II seluas 0,75 hektare kepada tiap-tiap keluarga transmigran belum sepenuhnya ditepati. Bahkan, setelah sepuluh tahun lebih.
Paini (42, kanan) dan anaknya Putra (14, kiri) berpose di depan rumahnya di kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Siulak, Kerinci, Jambi.
Baru lahan pekarangan sekitar seperempat hektare yang sudah diberikan pemerintah kepada para transmigran.
Paini (42, kanan) dan anaknya Putra (14, kiri) berpose di depan rumahnya di kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Siulak, Kerinci, Jambi.
Katimun menceritakan, saat pertama kali tiba di kabupaten yang terkenal dengan Gunung Kerincinya itu adalah melalui program transmigrasi gelombang kedua. Dia bersama 24 kepala keluarga (KK) lainnya asal Lumajang dan Madiun mendapatkan pendampingan dari perwakilan instansi terkait hingga ke lokasi. Saat itu, dia dan keluarga ditempatkan di salah satu rumah yang sudah ditempelkan nomor dan ditunjukkan sehamparan lahan (untuk usaha). Namun, penunjukkan itu tidak disertai sertifikat kepemilikan. Akibatnya, setelah beberapa bulan diolah, lahan tersebut direbut paksa oleh oknum warga lainnya yang mengaku-ngaku sebagai pemilik.
Paini (42, kanan) dan anaknya Putra (14, kiri) berpose di depan rumahnya di kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Siulak, Kerinci, Jambi.
Setali tiga uang dengan itu, transmigran lainnya Kaspani (64) juga mengaku mendapatkan perlakuan serupa. Lahan penunjukan dari pemerintah yang dia garap diambil paksa oleh oknun warga (dari luar transmigran). Bahkan, ada salah satu warga transmigran yang sudah mendapatkan pengusiran hingga tiga kali dan sampai saat ini tidak memiliki lahan usaha sama sekali.
Paini (42, kanan) dan anaknya Putra (14, kiri) berpose di depan rumahnya di kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Siulak, Kerinci, Jambi.
Saat ini, dari sekitar 65 KK transmigran (asal Lumajang, Madiun, Sumedang, dan Yogyakarta) yang masuk dalam program transmigrasi Kerinci periode tahun 2009 sampai 2011 tersebut, tinggal sekitar 20-an KK saja yang masih bertahan. Tidak adanya kepastian kepemilikan lahan menjadi alasan utama kenapa lebih dari setengah KK transmigran kembali ke daerah asal mereka. Selain itu, hampir tidak adanya jaringan telekomunimasi dan tidak adanya petugas di kawasan tersebut beberapa tahun setelah berjalannya program juga turut menyulitkan transmigran mengadukan nasibnya.
Paini (42, kanan) dan anaknya Putra (14, kiri) berpose di depan rumahnya di kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Siulak, Kerinci, Jambi.
Sebagai tambahan, kawasan Transmigrasi Sungai Bermas merupakan salah satu kawasan di provinsi itu yang belum mendapatkan layanan listrik negara. Sebagian rumah hanya memanfaatkan aki sepeda motor untuk menyalakan lampu pada malam hari.
Transmigran Gunung Kerinci Menanti Janji Pemerintah
Transmigran Gunung Kerinci Menanti Janji Pemerintah
Transmigran Gunung Kerinci Menanti Janji Pemerintah
Transmigran Gunung Kerinci Menanti Janji Pemerintah
Transmigran Gunung Kerinci Menanti Janji Pemerintah
Transmigran Gunung Kerinci Menanti Janji Pemerintah
Transmigran Gunung Kerinci Menanti Janji Pemerintah