Patung Pedagang Budak di Inggris Dirobohkan Demonstran Anti Rasisme

Sejumlah demonstran berdiri di sekitar patung Edward Colston yang dirobohkan saat menggelar aksi Black Lives Matter di kawasan Bristol, Inggris, pada akhir pekan kemarin. Edward Colston diketahui merupakan seorang pedagang budak di masa silam.

Aksi Black Lives Matter sendiri mulai dilakukan oleh sejumlah warga di berbagai negara dunia usai video yang merekam kematian seorang pria kulit hitam AS bernama George Floyd menjadi viral di dunia maya. Kematian George Floyd yang dinilai sebagai salah satu akibat dari tindakan rasis oknum polisi di Minneapolis, Amerika Serikat, itu memicu gelombang protes dari warga dunia.

Patung Edward Colston yang berada di kawasan Bristol, Inggris, pun menjadi sasaran kemarahan para demonstran.

Usai dirobohkan, patung Edward Colston pun dilemparkan ke pelabuhan oleh para demonstran yang menggelar aksi unjuk rasa menentang rasisme di Inggris.

Sosok Colston yang patungnya dirobohkan dan dibuang itu pun ramai jadi perbincangan warganet. Dilansir dari Guardian, Inggris, Senin (8/6/2020) Colston adalah tokoh pedagang budak dari Inggris. Patungnya setinggi 5,5 meter sudah ada di Colston Avenue sejak 1895, karena dia dikenal sebagai sosok filantropis juga. Namun yang jadi kontroversi adalah, dia mendapat kekayaannya dari perdagangan budak. Meskipun dia lahir di Bristol tahun 1636, kegiatannya berdagang budak dilakukan di London.

Sejumlah demonstran berdiri di sekitar patung Edward Colston yang dirobohkan saat menggelar aksi Black Lives Matter di kawasan Bristol, Inggris, pada akhir pekan kemarin. Edward Colston diketahui merupakan seorang pedagang budak di masa silam.
Aksi Black Lives Matter sendiri mulai dilakukan oleh sejumlah warga di berbagai negara dunia usai video yang merekam kematian seorang pria kulit hitam AS bernama George Floyd menjadi viral di dunia maya. Kematian George Floyd yang dinilai sebagai salah satu akibat dari tindakan rasis oknum polisi di Minneapolis, Amerika Serikat, itu memicu gelombang protes dari warga dunia.
Patung Edward Colston yang berada di kawasan Bristol, Inggris, pun menjadi sasaran kemarahan para demonstran.
Usai dirobohkan, patung Edward Colston pun dilemparkan ke pelabuhan oleh para demonstran yang menggelar aksi unjuk rasa menentang rasisme di Inggris.
Sosok Colston yang patungnya dirobohkan dan dibuang itu pun ramai jadi perbincangan warganet. Dilansir dari Guardian, Inggris, Senin (8/6/2020) Colston adalah tokoh pedagang budak dari Inggris. Patungnya setinggi 5,5 meter sudah ada di Colston Avenue sejak 1895, karena dia dikenal sebagai sosok filantropis juga. Namun yang jadi kontroversi adalah, dia mendapat kekayaannya dari perdagangan budak. Meskipun dia lahir di Bristol tahun 1636, kegiatannya berdagang budak dilakukan di London.