Foto

Dua Terdakwa Skandal Mega Korupsi Rp 37,8 T Jalani Sidang Lanjutan

Ari Saputra - detikNews
Senin, 02 Mar 2020 13:42 WIB

Jakarta - Raden Priyono dan Djoko Harsono yang merupakan terdakwa kasus skandal mega korupsi Rp 37,8 triliun kembali jalani sidang lanjutan. Sidang digelar di PN Jakpus.

Raden Priyono dan Djoko Harsono yang merupakan terdakwa kasus skandal mega korupsi Rp 37,8 triliun kembali jalani sidang lanjutan. Sidang digelar di PN Jakpus.

Dua terdakwa kasus skandal mega korupsi Rp 37,8 triliun yakni mantan Kepala BP Migas Raden Priyono dan mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas, Djoko Harsono menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Raden Priyono dan Djoko Harsono yang merupakan terdakwa kasus skandal mega korupsi Rp 37,8 triliun kembali jalani sidang lanjutan. Sidang digelar di PN Jakpus.

Agenda sidang ini diketahui mendengarkan tanggapan jaksa terhadap eksepsi penasihat hukum terdakwa.

Raden Priyono dan Djoko Harsono yang merupakan terdakwa kasus skandal mega korupsi Rp 37,8 triliun kembali jalani sidang lanjutan. Sidang digelar di PN Jakpus.

Selain Raden Priyono dan Djoko Harsono, Dirut PT TPPI, Honggo Wendratno turut disidang secara in absentia karena dia menghilang dan menjadi buronan Polri.

Raden Priyono dan Djoko Harsono yang merupakan terdakwa kasus skandal mega korupsi Rp 37,8 triliun kembali jalani sidang lanjutan. Sidang digelar di PN Jakpus.

Kasus bermula saat BUMN PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) mengalami kesulitan keuangan pada 2008. Sebab, harga bahan baku sangat mahal, namun harga jual sangat murah. Untuk menyelamatkan PT TPPI, Wapres Jusuf Kalla melakukan rapat dengan hasil JK meminta PT TPPI diselamatkan.

Raden Priyono dan Djoko Harsono yang merupakan terdakwa kasus skandal mega korupsi Rp 37,8 triliun kembali jalani sidang lanjutan. Sidang digelar di PN Jakpus.

Setelah itu, BP Migas menindaklanjuti arahan tersebut dengan menyuntik USD 2,7 miliar. Belakangan, tindakan penyelamatan TPPI bermasalah. Kasus ini kemudian diusut Mabes Polri sejak 2015 saat Kabareskrim dipegang Komjen Budi Waseso.

Raden Priyono dan Djoko Harsono yang merupakan terdakwa kasus skandal mega korupsi Rp 37,8 triliun kembali jalani sidang lanjutan. Sidang digelar di PN Jakpus.

Januari 2020, Mabes Polri melimpahkan kasus ini ke Kejaksaan. Pada Februari 2020, Kejaksaan Agung mendakwa Raden Priyono merugikan negara sebesar USD 2.716.859.655 (atau setara Rp 37,8 triliun) dalam kasus penjualan minyak mentah/kondensat.

Raden Priyono dan Djoko Harsono yang merupakan terdakwa kasus skandal mega korupsi Rp 37,8 triliun kembali jalani sidang lanjutan. Sidang digelar di PN Jakpus.

Perbuatan Raden disebut dinilai memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Perbuatan Raden dilakukan bersama-sama dengan Djoko Harsono selaku Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas dan Honggo Wendratno.

Raden Priyono dan Djoko Harsono yang merupakan terdakwa kasus skandal mega korupsi Rp 37,8 triliun kembali jalani sidang lanjutan. Sidang digelar di PN Jakpus.

Raden dan Djoko mengabaikan seluruh persyaratan dan menunjuk PT TPPI yang bergerak dalam bidang pengolahan bahan baku kondensat menjadi petrokimia berlokasi di Desa Tanjung Awar-Awar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. JK yang disebut-sebut oleh Raden Priyono menyangkal ada unsur korupsi dalam kebijakan itu. Jubir JK, Husain Abdullah menyatakan proses pemulihan PT TPPI adalah untuk kepentingan negara.

Dua Terdakwa Skandal Mega Korupsi Rp 37,8 T Jalani Sidang Lanjutan
Dua Terdakwa Skandal Mega Korupsi Rp 37,8 T Jalani Sidang Lanjutan
Dua Terdakwa Skandal Mega Korupsi Rp 37,8 T Jalani Sidang Lanjutan
Dua Terdakwa Skandal Mega Korupsi Rp 37,8 T Jalani Sidang Lanjutan
Dua Terdakwa Skandal Mega Korupsi Rp 37,8 T Jalani Sidang Lanjutan
Dua Terdakwa Skandal Mega Korupsi Rp 37,8 T Jalani Sidang Lanjutan
Dua Terdakwa Skandal Mega Korupsi Rp 37,8 T Jalani Sidang Lanjutan
Dua Terdakwa Skandal Mega Korupsi Rp 37,8 T Jalani Sidang Lanjutan