Foto

Melihat Lagi Proyek Normalisasi Sungai Era Jokowi-Ahok

Dok - detikNews
Jumat, 03 Jan 2020 17:23 WIB

Jakarta - Pemerintah pusat ingin agar Anies melanjutkan normalisasi sungai yang belum kelar. Namun, Anies menilai langkah itu bukan solusi.

Agar Jakarta tidak kebanjiran lagi, pemerintah pusat ingin agar Gubernur Anies Baswedan melanjutkan normalisasi sungai yang belum kelar. Namun Anies menilai normalisasi bukan solusi. Percepatan normalisasi itu sendiri dimulai saat era Jokowi-Ahok. Rengga Sancaya/detikcom.

Untuk mengetahui definisi 'normalisasi sungai' maka aturan era Gubernur Sutiyoso dapat dirujuk. Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta menjelaskan definisi itu di Pasal 21 ayat (3) huruf a. Yang berbunyi "Normalisasi sungai adalah upaya yang dilakukan terhadap badan sungai sehingga kapasitas badan sungai sesuai dengan debit air yang diinginkan dengan masih mempertahankan pola alamiah sungainya." Dikhy Sasra/detikcom.

Normalisasi 13 sungai dicanangkan. Jakarta berganti kepemimpinan. Pada era Gubernur Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), normalisasi sungai dipercepat. Berdasarkan catatan detikcom, percepatan normalisasi sungai terucap pada hari ke-38 Gubernur Jokowi, pada 23 November 2012. Keputusan itu dia utarakan usai bertemu warga bantaran Kali Pesanggarahan yang sering kebanjiran. Rachman Haryanto/detikcom.

Normalisasi Ciliwung rampung pada tahun 2016. Hingga akhir kontrak, normalisasi Ciliwung mencapai 16 kilometer. Normalisasi dilakukan dengan penggusuran permukiman liar disekitar Sungai Ciliwung, yaitu kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan. Penggusuran warga bantaran Sungai Ciliwung dilakukan terhadap 5.000 Kepala Keluarga (KK). Rachman Haryanto/detikcom.

Warga bantaran Sunga Ciliwung tersebut kemudian direlokasi ke 4 rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Salah satunya di Rusun Rawa Bebek. Dok. detikcom.

Di era Jokowi-Ahok sebagai Gubernur dan Wagub DKI Jakarta, kawasan Pluit yang dulu dipenuhi bangunan-bangunan kumuh yang tak layak huni dirapikan untuk dibangun Waduk Pluit, serta areal taman lengkap dengan semua fasilitas pendukungnya. Ribuan warga direlokasi ke beberapa rumah susun yang disediakan oleh Pemprov DKI, salah satunya Rusun Marunda dan Rusun Muara Baru. Kalau Jokowi merevitalisasi Waduk Pluit dan membuat taman, Ahok saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, menambahkan fasilitas alat-alat kesehatan. Rengga Sancaya/detikcom.

Langkah Ahok dalam memaksimalkan kinerja BKT untuk menghadang banjir dimulai dengan memaksimalkan kinerja pompa. Dengan melibatkan PLN, listrik untuk pompa BKT terus dialirkan agar pompa bisa terus bekerja. Selain itu, inspeksi di tepi dan permukaan air BKT terus dilakukan. Penataan rumput dan tanaman juga dilakukan. Di era Ahok, kebersihan BKT sangat diperhatikan hingga tak nampak sampah yang berserakan baik di tepi, maupun di permukaan air BKT. Agung Pambudhy/detikcom.

Sungai Ciliwung yang legendaris itu menjadi yang paling disorot karena menjadi biang kerok banjir. Panjang sungai Ciliwung yang harus dinormalisasi adalah 33,5 km. Dari Desember 2012 hingga 2018, normalisasi Ciliwung baru 16 km saja. Masih ada sisa 17,5 km yang harus dinormalisasi. Agung Pambudhy/detikcom.

Jakarta berganti kepemimpinan. Jokowi menjadi Presiden, Ahok menjadi Gubernur Jakarta, diganti Djarot Saiful Hidayat, dan akhirnya usai Pemilu Gubernur 2017, Anies Baswedan memimpin Jakarta. Anies mulai mempertanyakan normalisasi dan mewacanakan konsep pengganti berupa naturalisasi. Namun pemerintah pusat tetap ingin normalisasi dilanjutkan supaya Jakarta tak kebanjiran. Rengga Sancaya/detikcom.

Toh, Jakarta kebanjiran juga pada 1 Januari 2020. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan kekecewaannya atas proyek normalisasi Sungai Ciliwung yang mandek. Ari Saputra/detikcom.

Anies menyebut penyelesaian masalah banjir secara jangka panjang harus dilakukan secara lebih komprehensif. Hal yang dia contohkan membangun dam, membangun waduk, membangun embung. Dengan demikian, ada kolam-kolam retensi untuk mengontrol dan mengendalikan volume air yang bergerak ke arah hilir. Ari Saputra/detikcom.

Anies mengatakan dengan cara yang dia sebutkan diatas, Jakarta tidak kebanjiran lagi. Dia juga mengatakan semua kewenangan tersebut ada di pusat. Anies saat ini fokus memastikan keselamatan warga, memastikan pelayanan terjamin, dan bagi semua warga yang terdampak akan dibantu semaksimal mungkin. Rifkianto Nugroho/detikcom.

Saat meninjau lokasi banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020), Anies sempat ditanya perihal normalisasi. Menurutnya, bantaran sungai yang sudah dinormalisasi tetap saja kebanjiran. Antara Foto/Aprillio Akbar.

Melihat Lagi Proyek Normalisasi Sungai Era Jokowi-Ahok
Melihat Lagi Proyek Normalisasi Sungai Era Jokowi-Ahok
Melihat Lagi Proyek Normalisasi Sungai Era Jokowi-Ahok
Melihat Lagi Proyek Normalisasi Sungai Era Jokowi-Ahok
Melihat Lagi Proyek Normalisasi Sungai Era Jokowi-Ahok
Melihat Lagi Proyek Normalisasi Sungai Era Jokowi-Ahok
Melihat Lagi Proyek Normalisasi Sungai Era Jokowi-Ahok
Melihat Lagi Proyek Normalisasi Sungai Era Jokowi-Ahok
Melihat Lagi Proyek Normalisasi Sungai Era Jokowi-Ahok
Melihat Lagi Proyek Normalisasi Sungai Era Jokowi-Ahok
Melihat Lagi Proyek Normalisasi Sungai Era Jokowi-Ahok
Melihat Lagi Proyek Normalisasi Sungai Era Jokowi-Ahok
Melihat Lagi Proyek Normalisasi Sungai Era Jokowi-Ahok