Foto

Jurnalis RI Korban Penembakan di Hong Kong Mencari Keadilan

AP Photo - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 11:03 WIB

Hong Kong - Jurnalis RI, Veby Mega Indah, jadi korban penembakan peluru karet aparat Hong Kong saat meliput demo. Ia desak polisi ungkap identitas polisi yang menembaknya.

Jurnalis Indonesia, Veby Mega Indah (39), mendesak kepolisian setempat agar membuka identitas anggota polisi yang menembaknya. Dilansir dari South China Morning Post, Senin (2/12) pengungkapan identitas tersebut dilakukan agar Veby dapat menggugat polisi tersebut secara pribadi. Vincent Thian/AP Photo.

Menurut Veby, gugatan itu ia lakukan tak semata hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk orang lain yang mengalami hal yang sama dengannya. Tindakan hukum tersebut diambil setelah Veby dan kuasa hukum yang mewakilkannya, Michael Vidler, menemui jalan buntu untuk mendesak kepolisian agar membuka identitas polisi. Vincent Thian/AP Photo.

Jumat pekan lalu, pengawas senior bagian hubungan masyarakat kepolisian Hong Kong, Kong Wing-cheung, membantah bahwa polisi pelaku penembakan sengaja dilindungi dan menyebutkan ada beberapa hal yang harus diselesaikan karena kasus tersebut menyangkut masalah privasi. Vidler mengatakan pihaknya tidak mendapatkan penjelasan tersebut dari kepolisian. Vincent Thian/AP Photo.

Veby merupakan jurnalis yang datang ke Hong Kong pada 2012 dan sering menulis tentang hak-hak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang datang ke kota tersebut. Dia sudah menjadi jurnalis selama 13 tahun. Saat tengah meliput aksi demonstrasi di kawasan Wan Chai pada 29 September lalu, Veby terkena peluru di dekat mata sebelah kanan. Saat itu dia sudah mengenakan tanda pengenal pers, rompi, helm, kacamata dan masker. Dia berdiri di kerumunan wartawan lainnya. Vincent Thian/AP Photo.

Akibat penembakan tersebut, ia harus menjalani beberapa kali operasi meski akhirnya matanya tidak bisa diselamatkan. Semenjak ia dikeluarkan dari rumah sakit tiga pekan lalu, Veby menuturkan bola matanya yang pecah mungkin bisa diangkat jika kondisinya semakin memburuk. Kini Veby juga mengalami disorientasi terhadap kedalaman. Dia juga merasa bola mata kirinya mudah lelah. Insiden yang menimpa wartawati itu membuat Aliansi Jurnalis Hong Kong (HKJA) menuntut kepala kepolisian setempat terkait dugaan pelanggaran etika yang membatasi pekerjaan wartawan. Vincent Yu/AP Photo.

Jurnalis RI Korban Penembakan di Hong Kong Mencari Keadilan
Jurnalis RI Korban Penembakan di Hong Kong Mencari Keadilan
Jurnalis RI Korban Penembakan di Hong Kong Mencari Keadilan
Jurnalis RI Korban Penembakan di Hong Kong Mencari Keadilan
Jurnalis RI Korban Penembakan di Hong Kong Mencari Keadilan