Aksi Teatrikal Mengusir Penjajah Ramaikan Parade Juang di Surabaya

Suasana Kota Surabaya nampak meriah. Ribuan orang berjajar di sisi kanan dan kiri jalanan kota untuk menyambut arak-arakan Parade Juang dalam Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/11/2019).

Pagelaran ini dihelat setiap tahun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Berbagai nuansa pahlawan pun disajikan dalam parade ini. Salah satunya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang memakai atribut pahlawan sembari menaiki tank.
Sejumlah kendaraan yang mengangkut prajurit veteran nampak melintas di Jalanan Surabaya saat mengikuti Parade Surabaya Juang untuk menyambut Hari Pahlawan.
Para peserta parade berbaris saat Parade Surabaya Juang di sepanjang Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/11/2019).
Parade Juang ini digelar dengan berbagai rangkaian. Parade ini dibuka dengan Puisi Surabaya Bhinneka oleh Sosiawan Leak dan dilanjutkan teatrikal perang 10 November 1945 oleh Komunitas Pecinta Sejarah se-Indonesia.
Selanjutnya ditampilkan aksi teatrikal perang 10 November 1945 oleh Komunitas Pecinta Sejarah se-Indonesia.
Usai itu, para peserta melaju ke Gedung Aiola dan melakukan teatrikal Pidato Tokoh Bung Tomo dan Perang Heroik Madun Oleh Roodebrug.
Setelah itu, rombongan Wali Kota Surabaya melanjutkan perjalanan ke Hotel Majapahit. Di sini, Risma membaca puisi tulisan KH Mustofa Bisri yang bertajuk Surabaya. Rangkaian teatrikal hingga pembacaan puisi juga dihelat di depan Gedung Negara Grahadi, berlanjut ke Monumen Bambu Runcing hingga Monumen Polisi Istimewa.
Tak selesai di situ, rangkaian acara pun berakhir di Taman Bungkul Surabaya. Sebelum sampai Bungkul, Risma juga sempat menyerahkan senjata kepada para veteran.
Rangkaian acara ini pun ditutup dengan puisi yang dibacakan Marcella Zalianty dan teatrikal Perebutan Jembatan Wonokromo oleh Roodebrug.