KPK Dalami Kasus Suap Bupati Nonaktif Bengkayang - Foto 2

Foto

KPK Dalami Kasus Suap Bupati Nonaktif Bengkayang

Ari Saputra - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 16:30 WIB

Jakarta - Rodi, salah satu pihak swasta yang diduga menyuap Bupati nonaktif Bengkayang Suryadman Gidot diperiksa KPK. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kasus tersebut

Salah satu pihak swasta yang diduga memberi suap kepada Bupati nonaktif Bengkayang Suryadman Gidot, Rodi, diperiksa KPK, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Dalam kasus tersebut Rodi dan Suryadman Gidot telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Suryadman ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap. Dia diduga menerima suap Rp 340 juta dari sejumlah pihak swasta lewat Kepala Dinas PUPR Bengkayang Alexius. AKS (Alexius) menerima setoran tunai dari beberapa rekanan proyek yang menyepakati fee terkait dengan paket pekerjaan penunjukan langsung melalui FJ (Fitri Julihardi selaku staf honorer pada Dinas PUPR) dengan rincian sebagai berikut: Rp 120 juta dari BF (Bun Si Fat), Rp 160 juta dari PS (Pandus), YF (Yosef), dan RD (Rodi), serta Rp 60 juta dari NM (Nelly Margaretha).

Selain Suryadman, KPK menjerat Alexius selaku Kepala Dinas PUPR Pemkab Bengkayang sebagai tersangka. Keduanya diduga menerima suap dari lima orang pengusaha bernama Rodi, Yosef, Nelly Margaretha, Bun Si Fat, dan Pandus, yang semuanya ditetapkan sebagai tersangka pemberi.

KPK Dalami Kasus Suap Bupati Nonaktif Bengkayang
KPK Dalami Kasus Suap Bupati Nonaktif Bengkayang
KPK Dalami Kasus Suap Bupati Nonaktif Bengkayang
KPK Dalami Kasus Suap Bupati Nonaktif Bengkayang