Foto

Kisah Dari Balik Jeruji Besi

Antara Foto - detikNews
Kamis, 03 Okt 2019 14:12 WIB

Jakarta - Lapas Kelas II A Serang mengubah pandangan tentang penjara yang kelam dan menakutkan. Di lapas ini, napi dibina menjadi insan yang lebih baik.

Ketika mendengar kata penjara, sebagian orang mungkin langsung terlintas tentang sebuah tempat yang menakutkan karena berisi para narapidana yang dikurung dalam jeruji besi karena terlibat tindak pidana dan kejahatan.
Akan tetapi pandangan dan prasangka tentang penjara yang kelam tersebut perlahan menghilang jika kita mengunjungi lapas seperti Lapas Kelas II A Serang.
Lapas Kelas II A Serang mengubah paradigma penjara sebagai batu loncatan agar warga binaan bisa menjadi insan yang lebih baik sehingga bisa berbaur dengan masyarakat sekeluarnya mereka dari penjara.
Pihak lapas memberikan sejumlah latihan dan kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut.
Misalnya memberikan pelatihan bimbingan kerja, kegiatan keagamaan, olahraga, kesenian, bahkan ilmu bercocok tanam yang dipraktekkan di lingkungan lapas.
Penjara tak sekadar menjadi lokasi menjalani hukuman badan bagi para pelaku kejahatan, tetapi bisa menjadi tempat mereka mendapatkan hidayah menjadi pribadi yang lebih baik.
Setelah mendapatkan semua pelatihan dan aneka kegiatan, warga binaan diharapkan memiliki keterampilan untuk hidup mandiri.
Seorang napi tengah belajar mengaji.
Ujian sebenarnya bagi warga binaan dimulai pada langkah pertama mereka melewati pintu keluar penjara menuju kebebasan, yakni apakah bekal keterampilan dan latihan yang didapatkan selama ini akan diterapkan dalam lembaran kehidupan mereka yang baru?
Jawaban itu ada di dalam hati dan sanubari masing-masing warga binaan.
Kisah Dari Balik Jeruji Besi
Kisah Dari Balik Jeruji Besi
Kisah Dari Balik Jeruji Besi
Kisah Dari Balik Jeruji Besi
Kisah Dari Balik Jeruji Besi
Kisah Dari Balik Jeruji Besi
Kisah Dari Balik Jeruji Besi
Kisah Dari Balik Jeruji Besi
Kisah Dari Balik Jeruji Besi
Kisah Dari Balik Jeruji Besi