700 Perempuan Menari Kolosal Ketuk Tilu di Gedung Sate

Pantauan detikcom Minggu (1/9/2019) sekitar pukul 08.00 WIB, ratusan perempuan nampak telah bersiap untuk mengikuti acara yang digagas oleh Indonesia.ID dan Rumpun Indonesia. Mereka begitu antusias dan penuh semangat.
Para penari lintas generasi ini juga terlihat begitu anggun dengan balutan kebaya lengkap dengan selendang sebagai aksesorisnya. Suasana terasa begitu menyentuh kala ratusan penari mulai menampilkan gerakan tarian Ketuk Tilu. 
Pendiri Rumpun Indonesia Marintan Sirait menyatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menggalang kembali rasa cinta terhadap Budaya Indonesia, salah satunya melalui gerak tari. Pasalnya, selama ini dia menilai generasi muda Indonesia kurang tertarik terhadap tari-tarian tradisional. 
Tari Ketuk Tilu dipilih dalam acara ini karena ingin kembali mengenalkan salah satu tarian tradisional kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Bahkan, tarian ini disebut-sebut menjadi cikal bakal dari Tarian Jaipong. 
Ketua Indonesia.ID Eva Simanjuntak menyatakan, kegiatan ini akan menjadi agenda nasional. Rencananya pada tanggal 27 Oktober mendatang pihaknya akan menggelar tarian tradisional serentak di sejumlah daerah seperti Medan, Makassar, Ambon, Aceh dan Papua. Tari Ketuk Tilu dipilih sebagai upaya untuk melestarikan tarian tersebut. Pasalnya tarian ini bisa disebut hampir punah.