Foto

Melihat Sisi Lain Kehidupan Kota Jakarta

Pradita Utama - detikNews
Rabu, 19 Jun 2019 12:26 WIB

Jakarta - Jakarta tak hanya berisi gedung-gedung pencakar langit nan megah. Pemukiman kumuh tak sedikit menghiasi sisi lain kehidupan di ibu kota. Seperti apa potretnya?

Jakarta tak hanya berisi gedung-gedung pencakar langit yang megah dan mempesona. Di bagian lain ibu kota, terdapat pula sejumlah pemukiman kumuh warga, salah satunya berada di pinggir Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Warga beraktivitas di kawasan Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (19/6/2019).

Warga yang tinggal di kawasan kumuh tersebut tak sedikit yang bekerja sebagai pemulung atau pencari barang-barang bekas.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyebutkan 118 dari 264 kelurahan atau hampir separuh wilayah di Jakarta masih tergolong kumuh.

Kawasan kumuh terbanyak terdapat di Jakarta Utara (39%), Jakarta Barat (28%), Jakarta Selatan (19%), Jakarta Timur (12%), Jakarta Pusat (11%), dan Kepulauan Seribu (1%).

Sekitar 50% dari seluruh kawasan kumuh di Jakarta terletak di bantaran sungai. Pemukiman kumuh yang berada di sejumlah kawasan di Jakarta identik dengan kondisi kehidupan masyarakatnya yang berada di garis kemiskinan.

Tak sedikit warga yang datang ke Jakarta untuk mengadu nasib dan memperbaiki kondisi hidup namun beragam faktor membuat mereka sulit untuk keluar dari jerat kemiskinan. Hidup di kawasan kumuh jadi salah satu cara mereka untuk bertahan hidup dan memiliki tempat tinggal meski kurang layak.

Hingga saat ini, penataan perkampungan di Jakarta masih diatur secara informal oleh warga. Legalitas lahan yang diduduki oleh warga pun hingga saat ini masih lemah, banyak di antaranya merupakan hasil okupansi atas tanah yang terbuka, terlantar, dan terabaikan.

Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Noer Fauzi Rachman mengatakan masyarakat yang melakukan okupansi tersebut mayoritas merupakan penduduk yang tak memiliki tanah dan memutuskan untuk menghuni perkampungan kumuh dan padat.

Hal ini ditambah lagi dengan kemampuan ekonomi masyarakat perkampungan yang lemah sehingga tidak mampu mendapatkan tempat tinggal dengan membeli secara formal.

Pemerintah juga perlu menyusun perencanaan untuk 3-5 tahun kedepan dan perlakuannya perlu dibedakan tergantung status kepemilikan atas lahan yang dimaksud.Bidang-bidang tanah yang dimiliki oleh masing-masing individu perlu dikonsolidasikan menjadi satu bidang tanah bersama yang nantinya diberikan hak pengelolaan atas tanah tersebut.

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta saat ini sedang merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Jakarta. Selain rencana peningkatan koefisien lantai bangunan (KLB) yang dipandang bakal menarik minat pengembang untuk membangun lebih banyak hunian vertikal seperti yang sudah lama diwacanakan, Pemprov DKI Jakarta juga perlu memetakan kawasan kumuh di Jakarta serta memasukkan rencana penataan ulang atau konsolidasi kawasan kumuh ke dalam RTRW dan RDTR baru.

Melihat Sisi Lain Kehidupan Kota Jakarta
Melihat Sisi Lain Kehidupan Kota Jakarta
Melihat Sisi Lain Kehidupan Kota Jakarta
Melihat Sisi Lain Kehidupan Kota Jakarta
Melihat Sisi Lain Kehidupan Kota Jakarta
Melihat Sisi Lain Kehidupan Kota Jakarta
Melihat Sisi Lain Kehidupan Kota Jakarta
Melihat Sisi Lain Kehidupan Kota Jakarta
Melihat Sisi Lain Kehidupan Kota Jakarta
Melihat Sisi Lain Kehidupan Kota Jakarta
Melihat Sisi Lain Kehidupan Kota Jakarta
Melihat Sisi Lain Kehidupan Kota Jakarta