Melongok Rumah 'Dua Muka' di Perbatasan Indonesia Malaysia

Pulau Sebatik adalah pulau terluar Indonesia yang juga dimiliki oleh dua negara, Indonesia dan Malaysia. Uniknya ada rumah 'dua muka' atau terletak persis diperbatasan Indonesia Malaysia.
Dua muka yang dimaksud adalah karena letaknya yang berada tepat di garis perbatasan Indonesia-Malaysia. Pulau Sebatik kini menjadi salah satu provinsi termuda, di Indonesia, yakni Kalimantan Utara, yang merupakan pemekaran dari Kalimantan Timur.
Pulau yang berbatasan langsung dengan Tawau, salah satu kota di Malaysia, menyimpan banyak keanekaragaman mulai dari kekayaan hasil bumi, keindahan alam hingga keramahan masyarakatnya. Di perbatasan itu pula tergambar jelas hutan sawit yang membentang hijau dan luas sepanjang garis perbatasan.
Pulau Sebatik mungkin tak bisa dibandingkan dengan keindahan daerah lain di Indonesia yang telah mendunia seperti Bali ataupun Lombok.
Di salah satu perbatasan ini juga terdapat patok perbatasan yang membelah Indonesia-Malaysia.
Disana juga terdapat pos jaga TNI AD Aji Kuning yang dijaga oleh personil TNI karena letaknya di desa Aji Kuning. Pos itu terlihat sederhana dan hanya terbuat dari kayu semi permanen. Setiap warga, baik Indonesia ataupun Malaysia yang melintas di pos itu wajib mendaftar dan mencatatkan dirinya di pos tersebut.
Ada beberapa rumah yang berdiri tetap di garis perbatasan Indonesia Malaysia. Salah satunya adalah milik Pak Pangara asal Bone Sulawesi Selatan yang sudah menetap disana selama kurang lebih 20 tahun. Kecintaan Pak Pangara terhadap Indonesia ia lukiskan dari rumahnya yang berwarna merah putih.
Rumah Pak Pangara memang tak besar, namun cukup untuk menghidupi keluarganya yang sudah menetap disana selama belasan tahun dengan 6 orang anak. Tampak stiker tanda bukti pencoblosan dan data pemilih Pemilu 2019 dari rumah Pak Pangara.
Rumah Pak Pangara terbagi menjadi dua, dengan ruang bagian depan menjadi bagian dari wilayah Indonesia, sedangkan halaman rumah belakang dan dapur serta WC nya masuk ke wilayah Malaysia.
Kehidupan masyarakat Pulau Sebatik sangat beragam dan menggambarkan betapa budaya yang dimiliki Indonesia tak ada habisnya. Pulau Sebatik memang bagian dari Pulau Kalimantan, namun penduduk lokal Sebatik berdatangan dari banyak penjuru Indonesia, seperti pak Pangara ini dari Bugis Sulawesi.
Di Pulau Sebatik ini juga kita bisa menemui orang-orang dengan latar belakang suku yang berbeda namun tetap bisa hidup berdampingan satu sama lain dengan aman dan damai.
Letak Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuat pasokan komoditas barang, terutama kebutuhan sehari-hari, banyak didatangkan dari Negeri Jiran. Jadi, tak usah heran kalau berkunjung ke Sebatik masih melihat mata uang ringgit selain rupiah.