ADVERTISEMENT

Foto

Kali Besar-Pulau Reklamasi yang Bikin Kota Tua Tak Jadi Warisan Dunia

dok. - detikNews
Senin, 09 Jul 2018 11:30 WIB

Jakarta - UNESCO menolak Kota Tua Jakarta masuk jadi situs warisan dunia karena adanya normalisasi Kali Besar dan reklamasi Teluk Jakarta. Begini potret 2 obyek itu.

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organizations (UNESCO) menolak Kota Tua Jakarta untuk masuk jadi situs warisan dunia. MenurutĀ  International Council on Monuments and Sites (ICOMOS) yang memberi rekomendasi UNESCO, penyebabnya adalah normalisasi Kali Besar dan adanya reklamasi di Teluk Jakarta. Foto ini diambil pada Minggu, 8 Juli 2018. Foto: Eva Safitri/detikcom
Jalur pedestrian di Kli Besar Kota Tua direnovasi sehingga tampak cantik. Namun menurut ICOMOS, normalisasi Kali Besar menggunakan beton mengubah orisinalitas. Ini adalah gambar Kali Besar Kota Tua pada Jumat, 6 Juli 2018. Foto: Zhacky/detikcom
Kali Besar Kota Tua kini bahkan disebut mirip dengan sungai di Ibukota Korea Selatan, Seoul. Foto ini diambil pada 11 Mei 2018. Foto: Agung Pambudhy
Selain jalur pedestrian, sarana kebersihan seperti tempat sampah pun kini lebih lengkap di Kali Besar Kota Tua. Foto ini diambil pada 11 Mei 2018. Foto: Agung Pambudhy
Meski sudah makin cantik, tapi jalur pedestrian Kali Besar Kota Tua masih sepi pengunjung pada Minggu, 8 Juli 2018. Foto: Eva Safitri/detikcom
"Misalnya, Kanal Tengah Besar, yang disorot sebagai salah satu fitur utama dari rencana kota VOC, saat ini sedang direnovasi dengan beton di permukaan tanahnya dan dinding kanal dibangun dengan beton," tulis ICOMOS. Foto: Zhacky/detikcom
Foto: Perumahan Mewah di Pulau D, Reklamasi Teluk Jakarta. Foto ini diambil pada 7 Juni 2018. (Eva Safitri/detikcom)
"ICOMOS menganggap bahwa bukti fisik yang disimpan di empat pulau tidak mendukung klaim ini dan bahwa sebagai akibat dari reklamasi lahan yang telah dilakukan berkelanjutan di Teluk Jakarta membuat hubungan antara kawasan Kota Tua dan pulau telah hilang. Padahal 4 pulau ini mendukung cerita tentang garis pertama pertahanan Batavia," tulis dokumen tersebut. Foto ini diambil pada 15 Maret 2018. Foto: Grandyos Zafna
Dijelaskan ICOMOS, 4 pulau ini dulunya merupakan tempat pertama VOC berlabuh, memperbaiki kapal dan kemudian VOC bisa menuju daratan Batavia. Namun kehadiran reklamasi mengubah cerita ini sehingga konsep Kota Tua dianggap belum bisa diterima. Foto Pulau D ini diambil pada 7 Juni 2018. Foto: Pradita Utama
Pulau D memang sudah disegel oleh Pemprov DKI Jakarta, namun pulau buatan itu masih tetap ada. Foto ini diambil pada 7 Juni 2018. Foto: Pradita Utama
ICOMOS menyarankan, sebaiknya perbaikan atau rehabilitasi kawasan Kota Tua seharusnya didampingi oleh ahli sejarah dan informasi lengkap mengenai kehidupan Kota pada masa Batavia dulu. Sehingga keaslian dari kawasan ini bisa tetap terjaga dan bangunan tetap dalam kondisi baik. Ini adalah bangunan-bangunan di Pulau D, disegel Gubernur Anies 7 Juni 2018. (Eva Safitri/detikcom)
Penampakan dari udara pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Foto ini diambil pada tahun 2016. Foto: Tri Aljumanto/detikTV
Kali Besar-Pulau Reklamasi yang Bikin Kota Tua Tak Jadi Warisan Dunia
Kali Besar-Pulau Reklamasi yang Bikin Kota Tua Tak Jadi Warisan Dunia
Kali Besar-Pulau Reklamasi yang Bikin Kota Tua Tak Jadi Warisan Dunia
Kali Besar-Pulau Reklamasi yang Bikin Kota Tua Tak Jadi Warisan Dunia
Kali Besar-Pulau Reklamasi yang Bikin Kota Tua Tak Jadi Warisan Dunia
Kali Besar-Pulau Reklamasi yang Bikin Kota Tua Tak Jadi Warisan Dunia
Kali Besar-Pulau Reklamasi yang Bikin Kota Tua Tak Jadi Warisan Dunia
Kali Besar-Pulau Reklamasi yang Bikin Kota Tua Tak Jadi Warisan Dunia
Kali Besar-Pulau Reklamasi yang Bikin Kota Tua Tak Jadi Warisan Dunia
Kali Besar-Pulau Reklamasi yang Bikin Kota Tua Tak Jadi Warisan Dunia
Kali Besar-Pulau Reklamasi yang Bikin Kota Tua Tak Jadi Warisan Dunia
Kali Besar-Pulau Reklamasi yang Bikin Kota Tua Tak Jadi Warisan Dunia


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT