Megawati Gelar Pertemuan dengan Perkumpulan Mubalig

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengadakan pertemuan dengan organisasi Ikhwanul Muballighin. Pertemuan ini dimaksud untuk membangun dialog antara PDIP dan organisasi Ikhwanul Muballighin.
Pertemuan dihadiri oleh Ketua Umum Ikhwanul Mubalighin KH Mujib Khudori beserta jajarannya. Megawati didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, dan Ketua DPP Bidang Bappilu Bambang DH.
Pertemuan PDIP dengan Ikhwanul Muballighin berlangsung di lantai 5 kantor DPP PDIP. Ikhwanul Muballighin merupakan organisasi para mubalig. Pertemuan dilakukan secara tertutup dan dimulai pada pukul 15.59 WIB.
Hasto juga menjelaskan, sebelumnya PDIP mengadakan pertemuan dengan organisasi Ikhwanul Muballighin. Pertemuan tersebut berlangsung di Masjid Istiqlal dan diterima oleh Ketua Dewan Syuro Ikhwanul Muballighin yang juga imam besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar.
Sebelum memulai pertemuan, Hasto juga menceritakan Bung Karno yang kerap mengikuti pengajian. Hasto juga menyebutkan adanya masjid yang juga dibangun oleh Bung Karno dan Megawati di belahan dunia.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengadakan pertemuan dengan organisasi Ikhwanul Muballighin. Pertemuan ini dimaksud untuk membangun dialog antara PDIP dan organisasi Ikhwanul Muballighin.
Pertemuan dihadiri oleh Ketua Umum Ikhwanul Mubalighin KH Mujib Khudori beserta jajarannya. Megawati didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, dan Ketua DPP Bidang Bappilu Bambang DH.
Pertemuan PDIP dengan Ikhwanul Muballighin berlangsung di lantai 5 kantor DPP PDIP. Ikhwanul Muballighin merupakan organisasi para mubalig. Pertemuan dilakukan secara tertutup dan dimulai pada pukul 15.59 WIB.
Hasto juga menjelaskan, sebelumnya PDIP mengadakan pertemuan dengan organisasi Ikhwanul Muballighin. Pertemuan tersebut berlangsung di Masjid Istiqlal dan diterima oleh Ketua Dewan Syuro Ikhwanul Muballighin yang juga imam besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar.
Sebelum memulai pertemuan, Hasto juga menceritakan Bung Karno yang kerap mengikuti pengajian. Hasto juga menyebutkan adanya masjid yang juga dibangun oleh Bung Karno dan Megawati di belahan dunia.