Foto

Bermewah-mewah dengan Uang Jemaah

Pool - detikNews
Jumat, 30 Mar 2018 10:23 WIB

Jakarta - Bila sebelumnya First Travel, kini Abu Tours. Keduanya memutar uang jemaah hingga triliunan rupiah. Bolehkah? Unsur pidananya masih diuji di pengadilan.

Indonesia kembali digegerkan dengan biro umrah bermasalah. Bila sebelumnya First Travel, kini Abu Tours. Persamaannya, keduanya memutar uang jemaah hingga triliunan rupiah. Bolehkah? Unsur pidananya masih diuji di pengadilan.
 
First Travel digawangi sepasang suami istri, Andhika dan Anniesa. Mereka dibantu adik Anniesa, Siti Nuraida. Dengan bendera First Travel, puluhan ribu orang berbondong-bondong menyetor uang dengan tujuan berangkat umrah. Salah satu alasan masyarakat karena harga yang ditawarkan First Travel sangat miring. Di kala travel lain mematok harga Rp 20 jutaan, First Travel berani menawarkan rate Rp 10 juta hingga Rp 13 jutaan.
Uang triliunan rupiah pun terkumpul. Di sinilah mulai muncul masalah. Uang itu diduga kuat diputar untuk berbagai bisnis Andika-Anniesa. Tak hanya itu, gaya hidup glamour Andika-Anniesa juga dari perputaran uang itu.
Pembesar First Travel didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang. Mereka didakwa menggunakan uang setoran calon jemaah umrah untuk membeli aset.
"Membiayai perjalanan wisata keliling Eropa sebesar Rp 8,6 miliar. Dua, digunakan untuk pembayaran sewa booth event 'Hello Indonesia' dalam rangka keperluan bisnis Anniesa Hasibuan yang dilaksanakan sehari penuh pada tanggal 31 Mei 2014 dan tanggal 5 Juni 2015, keduanya diselenggarakan di Trafalgar Square, London, Rp 2 miliar," sebut jaksa dalam surat dakwaan terkait sejumlah pengeluaran terkait TPPU.
Keterangan soal pengelolaan uang disampaikan mantan staf keuangan First Travel, Atika Adinda Putri. Jaksa Tiazara Lenggogeni menanyakan soal pengeluaran uang untuk fashion week di New York. 
"Pernah seingat saya, saya keluarkan sekitar 1.000 dolar," ujar Atika saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Depok.
Bagaimana dengan Abu Tours? Biro travel umrah dan haji itu pun setali tiga uang. Sang pemilik, Hamzah Mamba diduga kuat memutar uang jemaah triliunan rupiah untuk usahanya. Hal itu terbukti saat Polda Sulsel mengecek kas Abu Tours kosong sehingga Abu Tours tak bisa memberangkatkan ribuan jemaah.
Gaya hidup Hamzah tak kalah glamour. Menggunakan moge, Hamzah kerap touring di Eropa. Dari manakah kekayaan dan uang Hamzah? Lewat kuasa hukumnya, ia menampik pengalihan aset itu.
"Yang dana Rp 1, 8 T itu untuk pemberangkatan, sewa hotel, transportasi dan pemberangkatan jemaah yang sudah dilakukan," ujar kuasa hukum Abu Tours Hamza Mamba, Eri Edhi Satrio.
Abu Tours dan First Travel kini sama-sama harus berhadapan dengan hukum. Penyidik dan penuntut kini menguji apakah pengalihan uang jemaah umrah untuk kepentingan di luar umrah, merupakan delik pidana atau bukan.
Bermewah-mewah dengan Uang Jemaah
Bermewah-mewah dengan Uang Jemaah
Bermewah-mewah dengan Uang Jemaah
Bermewah-mewah dengan Uang Jemaah
Bermewah-mewah dengan Uang Jemaah
Bermewah-mewah dengan Uang Jemaah
Bermewah-mewah dengan Uang Jemaah
Bermewah-mewah dengan Uang Jemaah
Bermewah-mewah dengan Uang Jemaah
Bermewah-mewah dengan Uang Jemaah
Bermewah-mewah dengan Uang Jemaah