Ini Kakek 91 Tahun yang Ikut Patungan Beli Pesawat Pertama Indonesia

"Kami kumpulkan uang setelah Presiden Soekarno meminta bantu sama Daud Beureuh," kata Sandang saat ditemui wartawan di rumahnya di Desa Lhut, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya.
Sandang dan warga kampung menyumbang karena Indonesia baru merdeka. Dan hal itu merupakan bentuk dari bagian perjuangan. 
Sandang menjual sepetak tanah seharga Rp 100 atau kurang lebih Rp 40-an juta saat ini. Sebagai tanda bukti, Sandang diberi obligasi oleh pemerintah. 
"Saya menyumbang ikhlas," ujar Sandang yang hingga kini masih sehat.
Sandang sudah lupa persis uang yang terkumpul dari warga desa tersebut. Namun, ia masih ingat jumlahnya sangat banyak kala itu. 
 Saat pesawat itu mengudara di langit Aceh, warga ramai-ramai keluar rumah dan bangga. Pesawat itu kini berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). 
"Saya bangga karena pesawat itu menjadi cikal bakal Indonesia," ujar kakek yang memiliki cucu 20 dan 23 cicit. 
Mata Sandang kini sudah mulai kabur sedangkan pendengarannya berkurang. Namun ia masih kuat berjalan tanpa tongkat. Sehari-hari ia tinggal bersama istri dan anak-anaknya dan cucu.
Kami kumpulkan uang setelah Presiden Soekarno meminta bantu sama Daud Beureuh, kata Sandang saat ditemui wartawan di rumahnya di Desa Lhut, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya.
Sandang dan warga kampung menyumbang karena Indonesia baru merdeka. Dan hal itu merupakan bentuk dari bagian perjuangan. 
Sandang menjual sepetak tanah seharga Rp 100 atau kurang lebih Rp 40-an juta saat ini. Sebagai tanda bukti, Sandang diberi obligasi oleh pemerintah. 
Saya menyumbang ikhlas, ujar Sandang yang hingga kini masih sehat.
Sandang sudah lupa persis uang yang terkumpul dari warga desa tersebut. Namun, ia masih ingat jumlahnya sangat banyak kala itu. 
 Saat pesawat itu mengudara di langit Aceh, warga ramai-ramai keluar rumah dan bangga. Pesawat itu kini berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). 
Saya bangga karena pesawat itu menjadi cikal bakal Indonesia, ujar kakek yang memiliki cucu 20 dan 23 cicit. 
Mata Sandang kini sudah mulai kabur sedangkan pendengarannya berkurang. Namun ia masih kuat berjalan tanpa tongkat. Sehari-hari ia tinggal bersama istri dan anak-anaknya dan cucu.