Penyebar Hoax Dicokok Polisi: Saracen Hingga Muslim Cyber Army

Ketua grup Facebook Saracen, Jasriadi. Sindikat Saracen terindikasi mengunggah konten bermuatan SARA selama pilkada. Data ditemukan lewat jejak forensik di grup Saracen. (Foto: Nita Sari/detikcom).

Polisi menetapkan 4 orang sebagai tersangka dalam kasus penyebaran ujaran kebencian, isu SARA, dan hoax oleh Saracen. Mereka berinisial SRN, JAS, MFT, dan yang terakhir ditangkap berinisial MAH.

Saracennews.com memiliki alamat redaksi di Jl Kasah, Pekanbaru. Alamat redaksi itu adalah rumah yang dikontrak Jasriadi. Keberadaan wartawan atas nama saracennews.com selama ini juga tidak pernah ditemui di lapangan. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Aryanto mengaku tidak pernah tahu akan nama media tersebut. "Sejak saya menjabat Kasat Reskrim di Polresta Pekanbaru, belum pernah dikonfirmasi, baik via telepon atau ketemu langsung atas nama media Saracen itu," kata Bimo kepada detikcom, Jumat (25/8). (Foto: Haidir/detikcom)

Kelompok penyebar hoax Saracen juga diketahui menawarkan jasa kampanye di media sosial. Hal tersebut terlihat dari ditemukannya dokumen proposal yang ditemukan polisi saat meringkus sindikat ini. (Foto: Sindikat Saracen penyebar isu SARA).

Selain Saracen, baru-baru ini polisi juga menangkap 6 orang pelaku penyebar hoax dan ujaran kebencian (hate speech) yang tergabung di dalam Moslem Cyber Army (MCA). (Foto: Rengga Sancaya/detikcom).

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran pun mengimbau kepada salah satu anggota wanita MCA berinisial TM untuk menyerahkan diri. TM diduga sebagai salah satu konseptor dalam modus operandi hoax MCA. (Foto: Rengga Sancaya/detikcom).