Tentara Israel Didakwa Bersalah Atas Penembakan Pria Palestina

Seperti dilansir AFP, Rabu (4/1/2017), tentara bernama Elor Azaria ini diadili atas dakwaan pembunuhan, yang tak disengaja, di pengadilan militer sejak Mei 2016 lalu.
Dalam kasus ini, Azaria didakwa tetap menembak seorang warga Palestina pelaku serangan meskipun dia sudah tidak berdaya. Politikus sayap kanan di Israel membelanya, meskipun para petinggi militer mengecam pembunuhan itu.
Mengenakan seragam militer warna hijau, Azaria memasuki ruang sidang dengan tersenyum. Keluarga dan pendukungnya memberikan tepuk tangan dan salah satu dari mereka sempat memeluknya. Namun saat hakim menjatuhkan vonis bersalah, Azaria dan keluarga terlihat terguncang.
Azaria masih berusia 19 tahun saat pembunuhan ini terjadi pada Maret 2016 lalu.
Pada Rabu (4/1) pagi waktu setempat, puluhan demonstran yang berkumpul di luar markas militer Israel di Tel Aviv terlibat bentrokan dengan polisi setempat. Markas militer itu menjadi lokasi digelarnya sidang Azaria ini.