Hari Dharma Samudra di Perairan Makassar

Peringatan Dharma Samudra ini digelar setiap 15 Januari bertujuan mengenang Peristiwa Peperangan Laut antara ALRI melawan armada laut Kerajaan Belanda di Laut Aru, tanggal 15 Januari 1962, yang mengakibatkan KRI MacanTutul karam dan menewaskan Komodor Josaphat Sudarso bersama 23 prajurit ALRI lainnya.
Peringatan ini dipimpin Wadan Lantamal VI Kolonel (laut) Jan Simamora di atas geladak KRI Suluh Pari-809 yang melintasi kawasan kepulauan di sekitar perairan Makassar.
Peristiwa “Pertempuran Laut Aru” merupakan dampak dan konfrontasi Indonesia–Belanda akibat sengketa Irian Barat, bermula dari keingkaran Pemerintah Kerajaan Belanda untuk mengembalikan Irian Barat ke pangkuan NKRI, meskipun telah disepakati dalam Perjanjian Roem-Roijen 1949.
Seorang anggota Kowal menabur bunga di perairan Laut Makassar, guna mengenang jasa-jasa prajurit TNI Angkatan Laut yang gugur dalam pertempuran.
Peringatan Dharma Samudra ini digelar setiap 15 Januari bertujuan mengenang Peristiwa Peperangan Laut antara ALRI melawan armada laut Kerajaan Belanda di Laut Aru, tanggal 15 Januari 1962, yang mengakibatkan KRI MacanTutul karam dan menewaskan Komodor Josaphat Sudarso bersama 23 prajurit ALRI lainnya.
Peringatan ini dipimpin Wadan Lantamal VI Kolonel (laut) Jan Simamora di atas geladak KRI Suluh Pari-809 yang melintasi kawasan kepulauan di sekitar perairan Makassar.
Peristiwa “Pertempuran Laut Aru” merupakan dampak dan konfrontasi Indonesia–Belanda akibat sengketa Irian Barat, bermula dari keingkaran Pemerintah Kerajaan Belanda untuk mengembalikan Irian Barat ke pangkuan NKRI, meskipun telah disepakati dalam Perjanjian Roem-Roijen 1949.
Seorang anggota Kowal menabur bunga di perairan Laut Makassar, guna mengenang jasa-jasa prajurit TNI Angkatan Laut yang gugur dalam pertempuran.