Diskusi Sengketa Hasil Pemilukada Di MK

 Dalam diskusi tersebut agar dilakukan rekontruksi dan evaluasi secara menyeluruh dalam penyelesaian sengketa Pemilukada yang dilakukan Mahkamah Konstitusi (MK). Lamhot Aritonang/detikFoto.
Peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yunto, bersama Deputi Direktur Eksternaal Perludem, Veri Junaidi dan Pakar Hukum Tata Negara, Rafli Harun hadir menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk "Rekonstruksi Kewenagan MK Dalam Perselisihan Hasil Pemilukada" di Jakarta, Minggu (13/10/2013). Lamhot Aritonang/detikFoto.
Deputi Direktur Eksternal Perludem, Veri Junaidi menilai bahwa mekanisme penyelesaian sengketa pemilihan kepala daerah (pemilukada) di kemudian haru perlu dievaluasi dan dan ditata secara menyeluruh. Lamhot Aritonang/detikFoto.
Proses penegakan hukum pemilu di setiap tahapan belum berjalan efektif. Akibatnya, hampir seluruh jenis pelanggaran seperti politik uang, politisasi birokrasi, jual beli suara, intimidasi hingga persoalan administrasi pencalonan ditangani MK. Lamhot Aritonang/detikFoto.
 Dalam diskusi tersebut agar dilakukan rekontruksi dan evaluasi secara menyeluruh dalam penyelesaian sengketa Pemilukada yang dilakukan Mahkamah Konstitusi (MK). Lamhot Aritonang/detikFoto.
Peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yunto, bersama Deputi Direktur Eksternaal Perludem, Veri Junaidi dan Pakar Hukum Tata Negara, Rafli Harun hadir menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk Rekonstruksi Kewenagan MK Dalam Perselisihan Hasil Pemilukada di Jakarta, Minggu (13/10/2013). Lamhot Aritonang/detikFoto.
Deputi Direktur Eksternal Perludem, Veri Junaidi menilai bahwa mekanisme penyelesaian sengketa pemilihan kepala daerah (pemilukada) di kemudian haru perlu dievaluasi dan dan ditata secara menyeluruh. Lamhot Aritonang/detikFoto.
Proses penegakan hukum pemilu di setiap tahapan belum berjalan efektif. Akibatnya, hampir seluruh jenis pelanggaran seperti politik uang, politisasi birokrasi, jual beli suara, intimidasi hingga persoalan administrasi pencalonan ditangani MK. Lamhot Aritonang/detikFoto.