Seorang perajin payung ritual sedang melukis ornamen hias pada bidang payung yang terbuat dari kertas semen.
Pada sekitar tahun 1960-1970, kerajinan payung hias menjadi pekerjaan utama sebagian besar warga Juwiring. Di masa lalu, tak kurang 300 pengrajin besar yang memproduksi payung hias tersebut.
Seorang anak ikut menyapukan kuas sepulang sekolah. Kesinambungan regenerasi inilah yang selalu dijaga agar kerajinan payung Juwiring tidak punah dimakan jaman.
Bunga dan kupu-kupu selalu menjadi ornamen wajib untuk hiasan payung Juwiring.
Bahan dasar cat melukis hiasan di 'kanvas' payung.
Perajin terus menorehkan lukisan khasnya, meski mereka sadar nasib payung Juwiring tak lagi seindah lukisannya.