Dalam simulasi tersebut, tampak iring-iringan patroli Sahbara untuk mengawal logistik Pemilu ke KPU. Selain itu tim food medical security juga melakukan simulasi untuk memeriksa sajian makanan bagi capres dan cawapres yang akan berkampanye. Bukan hanya untuk Pilpres saja, tim ini nantinya juga akan disiagakan untuk Pilkada dan Pileg.
Dilakukan juga penanganan kerusuhan yang terjadi dalam kampanye salah satu capres.
Dilakukan juga penanganan teror bom yang dilakukan oleh unit Jibom.
Beberapa peralatan juga dipamerkan antara lain tameng, helm dalmas, laras licin panjang, laras licin pendek, tali dalmas, alat pemadam api ringan, gas masker, tameng listrik, pepper ball dan senjata-senjata para sniper.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Timur Pradopo menyatakan segala bentuk ancaman yang bisa mengganggu jalannya Pemilu 2014 mendatang telah diantisipasi.
Pemilu yang bertujuan untuk memilih anggota legislatif dan presiden, diperkirakan akan memiliki tingkat kerawanan yang tinggi sehingga agar pelaksanaannya berjalan lancar dan tertib, harus dilakukan pola-pola pengamanan yang baik.