Asyik! Tiket Commuter Line Turun Harga

Penumpang berada dalam KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/6).
Pemerintah akhirnya mencairkan anggaran subsidi berupa Public Service Obligation (PSO) untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp 704,7 miliar.
Dari anggaran tersebut sebesar Rp 286 miliar dialokasikan untuk KRL Commuter Line Jabodetabek berpendingin udara (AC).
Pasca pemberian subsidi untuk penumpang KRL AC Jabodetabek, mulai 1 Juli 2013 menggunakan tarif KRL progresif untuk setiap rute mengalami penurunan tarif yang cukup signifikan.
Misal berangkat dari Stasiun Depok-Stasiun Sudirman, tarif progresif normal sebelum subsidi sebesar Rp 6.000 sekali jalan. Pasca menerima subsidi, tarifnya turun menjadi Rp 3.500.
Tarif progresif ini berlaku dengan sistem baru, 5 stasiun pertama penumpang dikenakan biaya Rp 3.000 kemudian memperoleh subsidi sebesar Rp 1.000 menjadi Rp 2.000. Untuk stasiun berikutnya atau setelah stasiun kelima akan dikenakan tarif Rp 1.000 untuk setiap 3 stasiun. Tarif ini kemudian memperoleh subsidi Rp Rp 500 menjadi tinggal Rp 500 per setiap 3 stasiun lanjutan.
Penumpang berada dalam KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/6).
Pemerintah akhirnya mencairkan anggaran subsidi berupa Public Service Obligation (PSO) untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp 704,7 miliar.
Dari anggaran tersebut sebesar Rp 286 miliar dialokasikan untuk KRL Commuter Line Jabodetabek berpendingin udara (AC).
Pasca pemberian subsidi untuk penumpang KRL AC Jabodetabek, mulai 1 Juli 2013 menggunakan tarif KRL progresif untuk setiap rute mengalami penurunan tarif yang cukup signifikan.
Misal berangkat dari Stasiun Depok-Stasiun Sudirman, tarif progresif normal sebelum subsidi sebesar Rp 6.000 sekali jalan. Pasca menerima subsidi, tarifnya turun menjadi Rp 3.500.
Tarif progresif ini berlaku dengan sistem baru, 5 stasiun pertama penumpang dikenakan biaya Rp 3.000 kemudian memperoleh subsidi sebesar Rp 1.000 menjadi Rp 2.000. Untuk stasiun berikutnya atau setelah stasiun kelima akan dikenakan tarif Rp 1.000 untuk setiap 3 stasiun. Tarif ini kemudian memperoleh subsidi Rp Rp 500 menjadi tinggal Rp 500 per setiap 3 stasiun lanjutan.