Benteng ini dibangun pada masa Perang Paderi, sekitar tahun 1825 oleh Kapt. Bauer. Bangunan kokoh yang itu dibangun di atas Bukit Jirek, dan awalnya diberi nama Sterrenschans. Lalu, tak lama namanya berubah menjadi Fort de Kock, oleh Hendrik Merkus de Kock, yang merupakan salah satu tokoh militer Belanda. Gus Mun/detikFoto.
Sejak direnovasi pada tahun 2002 lalu oleh pemerintah daerah, Fort de Kock, kawasan benteng kini menjadi Taman Kota Bukittinggi (Bukittinggi City Park) dan Taman Burung Tropis (Tropical Bird Park). Gus Mun/detikFoto.
Meriam yang ada di benteng tersebut tampak kurang terawat. Gus Mun/detikFoto.
Bentang Fort de Kock berada dalam satu kawasan dengan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan. Gus Mun/detikFoto.
Selain itu di kompleks itu juga terdapat Museum Rumah Adat Baanjuang. Gus Mun/detikFoto.