Eskavator juga membuat terasiring di tebing yang longsor.
Akibat peristiwa ini, petugas membuat contra flow atau memberlakukan lawan arah dari KM 102 hingga KM 96.
Peristiwa longsor tersebut diduga terjadi karena faktor hujan deras yang mengguyur wilayah Cipularang. Hujan yang berlangsung sekitar 3 jam lebih membuat tanah tidak bisa menampung debit air hujan.
Petugas menyemprotkan air untuk membersihkan jalan dari tanah yang tersisa.