Aksi ini diisi dengan tetarikal melakukan salat jenazah bagi Greenpeace.
Demo yang dikuti 50-an warga ini meminta Greenpeace lebih terbuka ke publik.
Dalam aksi damainya, mereka membawa 2 keranda sebagai simbol matinya organisasi Greenpeace. Juga poster dan spanduk besar yang mengecam kehadiran Greenpeace di Indonesia.
Mengantisipasi aksi kelompok yang tergabung dalam Salafunassholeh tersebut, puluhan polisi berjaga di kantor Greenpeace. Hanya saja, kantor 4 lantai itu sendiri terlihat sepi, hanya ada 2 satpam yang menutup pagar gerbang warna hijau rapat-rapat.
Pendemo akhirnya membubarkan diri setelah puas berorasi sekitar 6o menit sambil melakukan teatrikal dengan menabur bunga diatas keranda mayat.