Aktivis pro-demokrasi Hong Kong Joshua Wong pada Rabu (02/09) mengaku bersalah atas tuduhan berkolusi dengan pihak asing.
Wong, yang sudah menjalani hukuman penjara hampir lima tahun atas tuduhan subversi, seharusnya dibebaskan tahun depan dan kini bisa menghadapi hukuman hingga penjara seumur hidup.
Tuduhan terhadap Wong?
Wong dituduh bersekongkol dengan sesama aktivis Nathan Law dan pihak lain untuk meminta negara-negara asing, atau institusi, organisasi, maupun individu, untuk menjatuhkan sanksi atau mengambil tindakan bermusuhan lainnya terhadap Hong Kong atau Cina antara Juli dan November 2020.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wong duduk di kursi terdakwa saat dakwaan dibacakan, sebelum mengonfirmasi pernyataan bersalahnya, demikian laporan jurnalis AFP dari dalam ruang sidang.
Ia tersenyum dan mengangguk setelah seseorang di galeri publik berseru, "Bertahanlah!"
Di antara mereka yang menghadiri persidangan tampak beberapa diplomat Barat.
Siapa Joshua Wong?
Wong pertama kali dikenal luas di Hong Kong saat masih remaja pada 2012, ketika ia memimpin protes menentang pengenalan pendidikan nasional di sekolah-sekolah kota itu.
Pada 2014, namanya makin dikenal sebagai salah satu pemimpin mahasiswa dalam gerakan Occupy Hong Kong, di mana para demonstran menduduki jalanan selama 79 hari sambil menuntut pemilihan langsung pemimpin Hong Kong.
Namun, upaya Wong menggalang dukungan dari luar negeri untuk aksi protesnya membuat Beijing marah, yang menyebutnya sebagai pendukung kemerdekaan Hong Kong yang telah "meminta campur tangan" kekuatan asing.
Partai politik yang ia ikut dirikan, Demosisto, dibubarkan setelah undang-undang keamanan nasional diberlakukan pada 30 Juni 2020.
Pria berusia 29 tahun itu termasuk di antara puluhan aktivis yang ditangkap pada 2021 karena ikut serta dalam pemungutan suara tidak resmi untuk memilih kandidat pemilihan dewan legislatif 2020.
Upaya-upaya protesnya secara efektif telah dilarang oleh undang-undang keamanan nasional Beijing.
Para pengkritik menyebut kasus Wong menggambarkan sejauh mana pihak berwenang bersedia melangkah untuk membungkam para pembangkang terkemuka.
Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Fika Ramadhani
Editor: Hani Anggraini
Lihat juga Video 'Detik-detik Topan Ragasa Hantam Hotel Hong Kong: Pintu Pecah, Lobi Banjir':
(ita/ita)









































