Gelombang Bentrokan Guncang Persiapan Piala Dunia di Meksiko

Gelombang Bentrokan Guncang Persiapan Piala Dunia di Meksiko

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 25 Feb 2026 13:42 WIB
Gelombang Bentrokan Guncang Persiapan Piala Dunia di Meksiko
Jakarta -

Meski tidak akan bermain di Meksiko pada fase grup Piala Dunia Juni mendatang, para pejabat di Berlin sudah mempertimbangkan dampak bentrokan terbaru antara aparat keamanan dan anggota kartel terhadap tim nasional sepak bola Jerman.

"FIFA harus bekerja sama dengan pemerintah Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko untuk memastikan para penggemar tidak berada dalam bahaya dan negara tuan rumah mematuhi aturan keselamatan," kata Christoph Ploss, Koordinator Industri Maritim dan Pariwisata Jerman, kepada surat kabar Handelsblatt.

Ia juga menegaskan bahwa melindungi turis Jerman adalah "prioritas yang sangat tinggi" bagi Berlin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Luar Negeri Jerman termasuk di antara banyak otoritas nasional yang memperbarui imbauan perjalanan mereka ke Meksiko. Kini mereka mendesak warganya untuk menghindari perjalanan ke wilayah yang terdampak dan meminta warga Jerman yang berada di sana untuk tetap berlindung di dalam ruangan.

Lebih dari 70 orang tewas dalam bentrokan

Peringatan itu dikeluarkan tak lama setelah muncul kabar tewasnya gembong narkoba Nemesio Oseguera Cervantes atau "El Mencho" oleh aparat keamanan pada Senin (23/02) yang memicu bentrokan dan telah menewaskan lebih dari 70 orang.

ADVERTISEMENT

Setelah laporan kematiannya, anggota kartel memblokir jalan raya, membakar sejumlah kendaraan, pertokoan, di setengah lusin negara bagian. Tidak ada laporan korban sipil.

Cervantes adalah pimpinan kartel Jalisco New Generation yang berkuasa. Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco, dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia. Estadio Akron di Guadalajara adalah salah satu dari tiga stadion di Meksiko yang akan menjadi lokasi pertandingan. Stadion tersebut juga akan menggelar laga playoff antara Kongo, Jamaika, dan Kaledonia Baru dari 26 hingga 31 Maret.

Meksiko jadi tuan rumah 13 pertandingan Piala Dunia

Secara total, FIFA menjadwalkan 13 pertandingan berlangsung di Meksiko, termasuk laga pembuka yang bergengsi di ibu kota pada 11 Juni 2026. Sebagian besar dari total 104 pertandingan akan berlangsung di Amerika Serikat (78), sementara Kanada menjadi tuan rumah 13 pertandingan lainnya.

Gelombang kekerasan saat ini membuat pemerintah asing khawatir untuk mengirim tim dan pendukung mereka ke Meksiko, sementara warga lokal khawatir dampaknya terhadap bisnis mereka.

"Pasti akan berdampak"

Maria Dolores Aguirre, pemilik toko kelontong di Kota Tapalpa, negara bagian Jalisco, mengatakan kepada Associated Press bahwa bisnisnya sangat bergantung pada pariwisata.

"Pemerintah harus menghadirkan banyak pengamanan. Saya rasa ini akan berdampak karena semua orang melihat apa yang terjadi, dan tentu saja orang akan berpikir dua kali sebelum datang," katanya. "Ya, pasti akan berdampak."

Kekerasan tersebut sudah memberikan dampak besar pada dunia sepak bola di negara itu, dengan empat pertandingan di liga putra dan putri dibatalkan pada Minggu (22/02).

Namun, turnamen Merida Open untuk tenis putri di bagian timur negara itu disebut berjalan sesuai rencana. "WTA mengetahui insiden keamanan yang dilaporkan di beberapa bagian Meksiko barat," bunyi pernyataannya, sembari menambahkan bahwa kehadiran polisi di sekitar venue telah ditingkatkan.

FIFA mengawasi situasi dengan ketat

Sebelum kekerasan yang pecah pada Senin (23/02), perhatian FIFA sebagian besar tertuju pada tuan rumah utama, Amerika Serikat, yang menghadapi seruan boikot dari para penggemar, terutama terkait tindakan petugas imigrasi ICE di tempat-tempat seperti Minnesota.

Untuk Meksiko, dengan lebih dari tiga bulan sebelum Piala Dunia dimulai, FIFA tampaknya memilih pendekatan menunggu dan mengamati.

"FIFA Meksiko memantau situasi di Jalisco dengan ketat dan terus berkomunikasi dengan otoritas," kata seorang juru bicara FIFA kepada Reuters.

"Kami akan mengikuti langkah dan arahan dari berbagai lembaga pemerintah yang bertujuan menjaga keamanan publik dan memulihkan keadaan normal, serta menegaskan kembali kerja sama kami dengan otoritas federal, negara bagian, dan lokal."

Untuk saat ini, Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) juga belum panik.

"Mari berharap situasi bak perang ini cepat mereda dan tidak makin meningkat," kata Andreas Rettig, direktur pelaksana DFB, kepada surat kabar Augsburger Allgemeine. "Pikiran saya bersama seluruh warga Meksiko yang menderita akibat kerusuhan ini."

Laporan tambahan oleh Alima Hotakie

Artikel pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Hani Anggraini

Editor: Melisa Lolindu

Tonton juga video "Pemerintah Meksiko Garansi Keamanan Piala Dunia 2026"

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads